JAKARTA, forumsumbar —Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah bersilaturahmi ke kantor pusat GP Ansor, Jumat (6/3). Bersama jajaran pengurus, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau akrab dipanggil Cak Nanto berdialog santai dengan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas beserta jajaran pengurus pusat Ansor lainnya.
Meski ada insiden perselisihan di Yogyakarta yang kemudian dimainkan oleh pihak tertentu, namun suasana dialog akrab seraya ngopi santai.
“Kedatangan teman-teman Pemuda Muhammadiyah ini bukan tabayyun, karena kita tidak ada masalah, kita saudara,” ujar Gus Yaqut.
Dikatakan Gus Yaqut, Pemuda Muhammadiyah dan Ansor itu saudara dan menjadi jangkar republik. “Karena itu, kita selalu bahu membahu untuk kemajuan dan keberlangsungan Indonesia serta waspada dengan pihak-pihak tertentu yang ingin membenturkan pilar NKRI: Muhammadiyah dan NU,” ujarnya.
Sementara itu, Cak Nanto menyampaikan terkait beberapa hal yang terjadi, dan sempat memanas dikarenakan ditunggangi pihak-pihak tertentu. Cak Nanto juga mengklarifikasi terkait pencatutan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah perihal beredarnya kata “tepo seliro” yang dikutip tanpa sepengetahuannya dan menjadi polemik mesti menjadi pembelajaran.

“Sedari awal kami sudah menghimbau kepada pimpinan wilayah untuk menyelesaikan persoalan ini secara dialogis dan hasanah, namun karena ada miskomunikasi terjadi hal-hal yang di luar kontrol kami,” ucap Cak Nanto.
Ke depan, disebutkannya, pengurus Pemuda Muhammadiyah, baik di level daerah dan wilayah, terkait pernyataan sikap harus dikomunikasikan dengan jajaran pengurus PP Pemuda Muhammadiyah sehingga tidak berulang kejadian semacam ini, terutama terkait isu-isu sensitif yang potensial menimbulkan konflik atau gesekan.
Terakhir, Cak Nanto juga mengimbau agar seluruh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi secara berkesinambungan dengan kelompok masyarakat lain demi terbangunnya suasana kebangsaan yang solid dan utuh.
Kedua pihak organisasi sepakat meluruskan informasi yang beredar di akar rumput untuk bahu membahu membangun Indonesia, serta waspada dengan pihak-pihak tertentu yang menunggangi insiden di Jogja kemarin. Satu kata untuk Nusantara Berkemajuan. (Rel)























