KALIMANTAN SELATAN, forumsumbar —Jejak kepedulian Irjen Pol Fakhrizal kepada Minangkabau bukan saja terdapat di ranah, tapi juga di rantau. Sewaktu bertugas menjadi Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2015-2016, Fakhrizal sempat menginisiasi pembuatan balairung untuk tempat pertemuan warga Minang perantauan di Palangkara Kalteng.
Sebagai anggota Polri, konsekuensi pindah tugas dan penugasan ke banyak daerah adalah sebuah hal yang lumrah. Begitu juga dengan Irjen Fakhrizal, selalu sukses di setiap daerah tugasnya, dan sosok Fakhrizal disayangi masyarakat, seperti sewaktu bertugas menjadi Kapolda di Kalteng
Selain disenangi masyarakat asli Kalimantan, Fakhrizal juga menjadi kebanggaan perantau Minang yang ada di Kalteng. Komitmen sebagai orang Minang itu ditunjukkan oleh Fakhrizal dengan merintis dibangunnya balairung sebagai tempat pertemuan perantau Minang di Palangkara Kalteng.
Gedung balairung yang bercorak Minang dan berdiri megah di Kota Palangkaraya itu, semenjak persiapan 3 tahun yang lalu, saat ini telah diresmikan oleh Irjen Fakhrizal. “Pak Fakhrizal yang meresmikan, dan ini tanda kami orang Minang, ada balairung dengan bangunan atap bagonjong. Senang hati, bisa sebagai obat rindu kampung,” ujar tokoh Minang Kalteng Jose Rizal, Jumat (28/2).

Bahkan saat tahu Irjen Fakhrizal maju Cagub Sumbar berpasangan dengan Genius Umar (Walikota Pariaman) sebagai cawagub dari jalur perseorangan alias tanpa parpol di Pilkada Sumbar 2020, para perantau Minang di Kalteng pun antusias. Mereka tidak ingin Fakhrizal berjuang sendirian.
“Kami doakan Pak Fakhrizal dan Pak Genius Umar lolos proses pencalonan sebagai calon perseorangan. Dan kami juga lewat informasi teknologi mengkampanyekan Pak Fakhrizal kepada dunsanak kami di kampung Sumbar,” ujar tokoh panutan sekaligus Ketua Orang Minang di Palangkaraya Chairil.
“Kami dari jauh berjuang untuk Pak Fakhrizal, meminta agar keluarga kami di Sumbar untuak mendukung Pak Fakhrizal dalam Pilkada Sumbar 2020,” ujar Syofyan Sori yang diamini Jose Rizal.
Saat dihubungi di tempat terpisah, Fakhrizal yang tahu besarnya harapan perantau Minang di Kalteng merasa haru dan berterima kasih. Haru karena selama bertugas di Kalteng begitu banyak kenangannya bersama sanak seperantauan.
“Terima kasih atas dukungan dan sokongan dunsanak ambo di Kalteng. Memang, jika kita jauh dari Sumbar, yang pasti kita mencari kawan dan dunsanak Minang dulu,” ujar putra Kamang Kabupaten Agam kelahiran Bukitltinggi itu. (Rel/Ad)























