JAKARTA, forumsumbar —Widyaiswara Kemendagri Sastri Yunizarti Bakry, yang saat ini merupakan tokoh perempuan Minang di pentas nasional, mengingatkan agar tidak ada lagi mental trap yang selama ini memandang perempuan sebagai subjek dan lemah. Padahal, banyak perempuan yang bisa bersaing, punya kapasitas, akses dan kompetensi jadi pemimpin.
“Hilangkan mental trap. Perempuan itu juga jauh lebih humanis kalau memimpin, lebih peka dan penuh kasih sayang,” imbuhnya.
Para ninik mamak, cadiak pandai dan alim ulama, lanjut Sastri, harus menghilangkan stereotip selama ini yang menilai perempuan itu hanya bisa jadi imam dalam keluarga. “Banyak perempuan yang memiliki manajerial dan leadership bagus serta mendemonstrasikan integritasnya ketika diberikan kesempatan untuk memimpin.
Pertanyaannya, apakah kita betul-betul memberikan ruang bagi perempuan. “Apakah partai politik sudah punya komitmen melakukan kaderisasi dan memberikan dukungan untuk itu,” tegas mantan Irjen Kemendagri itu.
Kemudian Sastri menolak upaya-upaya diskriminasi perempuan dalam kepemimpinan lokal di Sumbar yang dimunculkan oleh pemuka dan lembaga adat yang memberikan batasan-batasan terhadap majunya perempuan jadi kepala daerah.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Rabu (21/2), di Hotel Balairung Matraman Jakarta itu, selain Sastri turut menjadi narasumber lainnya Anggota DPR RI Nevi Zuairina dan Deputi Bidang Kajian Strategik Lemhanas RI Prof Reni Mayerni. (Rel/Heri)























