
LIMAPULUH KOTA, forumsumbar — Tepian Sungai Batu Balah di Jorong Batu Balah, Kecamatan Pangkalan Koto Baru,, Nagari Gunung Malintang, Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat. Pada siang hari, kawasan ini ramai oleh pedagang dan siswa yang beristirahat, sedangkan sore harinya dimanfaatkan warga sebagai tempat berkumpul, bermain, dan bersantai.
Namun, di balik ramainya aktivitas tersebut, kawasan ini menghadapi persoalan sampah yang terus berulang. Bungkus makanan, botol minuman, gelas plastik, dan berbagai jenis sampah lainnya kerap berserakan di sekitar tepian sungai hingga terbawa ke aliran sungai.
Kondisi ini tidak hanya mengurangi keindahan lingkungan, tetapi juga mengancam kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai.
Saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) menemukan bahwa salah satu penyebab utama permasalahan tersebut adalah minimnya fasilitas pembuangan sampah.
Melalui observasi dan diskusi bersama masyarakat serta pemerintah nagari, mahasiswa merumuskan solusi berupa pembangunan bak sampah permanen berbahan semen di kawasan tepian Sungai Batu Balah.
Bak sampah berbahan semen dipilih karena lebih kokoh, tahan terhadap cuaca, dan sesuai dengan kondisi kawasan yang berpotensi mengalami banjir. Selain itu, ukurannya yang lebih besar diharapkan mampu menampung volume sampah dari aktivitas masyarakat, pedagang, maupun pengunjung setiap harinya sehingga dapat mengurangi sampah yang berserakan di sekitar sungai.
Pembangunan bak sampah berukuran 1,5 m × 1 m dengan tinggi 80 cm ini dilaksanakan selama tiga hari melalui semangat gotong royong yang melibatkan mahasiswa KKN UNP bersama 12 orang masyarakat.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang telah dibangun.

Lebih dari sekadar menyediakan sarana pembuangan sampah, program ini juga menjadi upaya edukasi untuk membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Keberadaan bak sampah diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan tepian Sungai Batu Balah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Manfaat program ini mulai dirasakan oleh warga. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Emi, seorang pedagang di kawasan tersebut. Menurutnya, bak sampah yang dibangun telah dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga sampah yang sebelumnya berserakan kini mulai berkurang.
“Bak sampah ini sangat bermanfaat. Sampah yang sebelumnya sering berserakan sekarang sudah mulai berkurang. Pembeli, pengunjung, dan masyarakat yang biasanya membuang sampah sembarangan sekarang sudah mulai membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan,” ujar Ibu Emi, seperti dilansir siaran pers Mahasiswa KKN UNP. Jorong Batu Balah, Sabtu (8/8/2026).
Perubahan tersebut menjadi bukti bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak nyata ketika didukung oleh partisipasi masyarakat. Bak sampah permanen yang dibangun bukan sekadar fasilitas umum, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Diharapkan, inisiatif ini mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian tepian Sungai Batu Balah demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(R/Faaiz)






















