PADANG, forumsumbar —Bakal calon Gubernur Sumbar dari jalur perseorangan (independen), Irjen Pol. Fakhrizal menyampaikan, pemimpin Sumbar ke depan itu harus memiliki lima kriteria, salah satunya harus memiliki rasa empati, serta hati.
Hal itu diungkapkan mantan Kapolda Sumbar yang bergelar Kapolda Ninik Mamak ini saat bersilaturahmi dengan Pengurus Organisasi Tarbiyah-Perti se-Sumbar, di Ulak Karang, Padang, Kamis (6/2).
Selain itu, lanjut Fakhrizal yang maju berpasangan dengan Walikota Pariaman Genius Umar, Gubernur Sumbar ke depan itu bisa mengakomodir semua golongan dan kepentingan yang ada di Sumbar.
“Karena sebelumnya masyarakat Sumbar sudah terbelah. Apalagi akibat Pilpres 2019 yang baru lalu, terjadi kelompok-kelompok yang terus berseteru hingga kini,” ujar ayah empat anak ini, yang dalam waktu dekat akan mendaftar ke KPU Sumbar.
Selanjutnya, pemimpin Sumbar ke depan harus memiliki komunikasi bagus dengan Pemerintah Pusat, karena Sumbar tidak memiliki kekayaan yang dapat diandalkan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Untuk itu dibutuhkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat dalam meningkatkan pembangunan di segala bidang.
Kemudian, pemimpin yang betul-betul cinta dengan Sumbar. Tidak menjadikan jabatan menjadi ladang keuntungan pribadi. Pemimpin Sumbar itu harus sudah selesai dengan dirinya. “Tidak ada yang dicari lagi, cukup mengabdi dan mewakafkan dirinya untuk melayani masyarakat,” ulasnya.
Menurut Irjen Fakhrizal, pemimpin Sumbar harus dilihat track record-nya (latar belakangnya). Apa yang sudah dibuatnya untuk Sumbar. Sehingga mengetahui apa yang dibutuhkan untuk Sumbar ke depan. Terakhir, kehidupan rumah tangganya. Pemimpin Sumbar ke depan itu rumah tangganya harus akur, baik dan menjadi contoh bagi masyarakat. “Pilihlah dengan kriteria itu,” saran Jenderal Bintang Dua ini.
Dengan alasan itu, Fakhrizal mengaku dirinya maju memang ingin mengabdi, tidak mencari apa-apa. Apalagi kini kepalang tanggung, maju sekalian. “Saya tidak berambisi. Tapi saatnya nanti, mari bersaing dengan sehat, tidak menjatuhkan orang. Amanah bukan dicari, tapi diberi,” ujarnya.
Menyikapi pernyataan itu, tokoh Tarbiyah-Perti Sumbar, Boy Lestari Dt Palindih mengatakan apa yang disampaikan Fakhrizal ada tokoh yang patut dipertimbangkan masyarakat. Fakhrizal adalah tokoh yang membumi dan juga melangit. “Artinya, dia dikenal dekat dengan kalangan bawah, paham kondisi di bawah juga memiliki komunikasi bagus di pusat,” katanya.
Dengan silaturahmi tersebut kata Ketua DPW Gebu Minang Sumbar ini, para ulama dapat melihat pemikiran seorang Fakhrizal. “Silaturahmi adalah untuk mengetahui sejauh Fakhrizal paham dengan kondisi Sumbar. Sekarang para pengurus Tarbiyah-Perti se-Sumbar dapat menyaksikan langsung,” pungkasnya. (Rel)
























