
PADANG, forumsumbar —- Paguyuban perantau Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Gonjong Limo Kota Padang, menggelar acara Halal Bihalal, bertempat di Hotel UNP Air Tawar Padang, Minggu (19/4/2026).
Acara ini turut dihadiri Wagub Sumbar Vasco Ruseimy, Walikota Padang Fadly Amran, Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dan Walikota Payakumbuh Zulmaeta.
Kemudian tokoh-tokoh perantau di antaranya; Dr Efa Yonnedi (Rektor Unand), Prof Mukhlis Hasan, Prof Ganefri, Prof Werry Darta Taifur, Prof Aldri Frinaldi, Prof Henmaidi (Wakil Rektor IV Unand), Dr Afdalisma (Kepala LLDIKTI Wilayah X), wartawan senior Fachrul Rasyid, Hasril Chaniago, dan banyak tokoh-tokoh Gonjong Limo lainnya
Ketua Panitia Halal Bihalal Dr Deski Beri menyampaikan bahwa halal bihalal ini diadakan dalam rangka memperkuat silaturahmi di antara para perantau Gonjong Limo (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh), yang ada di Kota Padang.
“Kita berharap halal bihalal ini mengikat kembali hubungan emosional di antara sesama pengurus dan anggota Gonjong Limo Kota Padang,” ujar Deski Beri.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu dan mendukung acara halal bihalal ini, khususnya kepada perantau dan pihak UNP,” tambah Deski.

Sementara itu Wagub Vasco Ruseimy dalam sambutannya mengapresiasi paguyuban Gonjong Limo, dan berharap ada endorsment dari para perantau Limapuluh Kota dan Payakumbuh terhadap pembangunan Sumbar ke depan.
“Semua tahu bahwa Limapuluh Kota dan Payakumbuh itu gudangnya para intelektual. Banyak para akademisi dan pemikir yang berasal dari Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Pemprov Sumbar siap bersinergi dan berharap peran serta Gonjong Limo untuk sumbang pikir bagi kemajuan pembangunan Sumbar ke depan,” kata Wagub Vasco.
Disampaikan Vasco bahwa salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo Subianto adalah Kabupaten Limapuluh Kota, dimana rencananya dalam waktu dekat akan dibangun SR (Sekolah Rakyat) di lahan 10 hektar.

Prof Ganefri, selaku Ketua Gonjong Limo Kota Padang, menyampaikan idenya bagaimana lahan bekas kantor Bupati Limapuluh Kota yang ada di Kota Payakumbuh dibangun sebuah Masjid Raya, dengan nama Masjid Raya Paliko.
“Hanya Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh di Sumbar ini yang tidak punya Masjid Raya. Maka untuk tujuan ini perlu kesepakatan bersama,” kata Prof Ganefri.
Adapun Masjid Raya Paliko ini, lanjut Prof Ganefri, akan menjadi ikon baru dan sekaligus tempat destinasi wisata religi bagi umat muslim di Payakumbuh, Limapuluh Kota dan sekitarnya, serta juga dari provinsi tetangga Riau.

Dingatkan mantan Rektor UNP itu, Limapuluh Kota dan Payakumbuh itu satu; saciok bak awak, sadanciang bak basi. “Apabila Kota Payakumbuh berkembang maka Kabupaten Limapuluh Kota akan ikut berkembang,” ucap Prof Ganefri mengingatkan.
Pada kesempatan itu, diadakan pula diskusi untuk memberikan sumbang pikir bagi kampung halaman dengan narasumber dari perantau, di antaranya; Prof Werry Darta Taifur (Komut PT Semen Padang/mantan Rektor Unand), Prof Ganefri (mantan Rektor UNP/Ketua Gonjong Limo Kota Padang), Dr Efa Yonnedi (Rektor Unand), serta dari kepala daerah, Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dan Walikota Payakumbuh Zulmaeta.
Diskusi yang dipandu oleh Nurkhalis ini mendapatkan perhatian serius dari para perantau, pengurus dan anggota Gonjong Limo Kota Padang yang hadir.
Setelah makan siang bersama, kemudian tausiyah halal bi halal diberikan oleh Prof Henmaidi. Seterusnya acara ditutup dengan bersalam-salaman serta berfoto bersama.
(Ika)























