JAKARTA, forumsumbar —Tokoh masyarakat Pariaman yang masih aktif membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), baik di kampung maupun di rantau, Haji Armawi Koto atau yang populer dengan sebutan “Ajo Dewa” atau “Suhu” menilai bahwa pasangan calon jalur perseorangan (independen) berpeluang besar memenangkan Pilkada Sumbar 2020.
Hal itu diungkapkan orang dekat mantan Presiden Soeharto ini setelah mencermati peta Pilkada Sumbar 2020, dimana sejumlah bakal calon sudah mengapung, seperti Fakhrizal, Mulyadi, Mahyeldi Ansharullah, Nasrul Abit, Reydonnyzar Moenek, Indra Catri dan terakhir Syamsu Jalal yang juga akan menempuh jalur independen bersama Aldi Thaher. Sementara Fakhrizal yang jauh lebih dulu tampil dari jalur independen, berpasangan dengan Walikota Pariaman Genius Umar.
Sosok “Ajo Dewa” sampai kini masih diterima sebagai perekat hubungan lembaga kemasyarakatan dan pribadi antar tokoh tertentu, tidak saja di kalangan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, tetapi hampir di semua kabupaten dan kota di Sumbar.
“Ajo Dewa” memang sering tampil dalam peristiwa pemilihan kepala daerah, khususnya di kabupaten dan kota di Sumbar. Kini di Pilkada Sumbar 2020 dia juga banyak dimintakan pandangannya tentang siapa calon yang paling berpeluang maju dan menang.
“Ajo Dewa” banyak ditanya tentang peta politik calon, karena dia memiliki kemampuan lain yang tidak dimiliki oleh orang lain, yakni kemampuan melihat apakah seseorang itu punya kans menjadi pemenang atau tidak.
Dalam bahasa Ilahiahnya, “Ajo Dewa” bisa melihat dan membaca kitab Lauh Mahfuzh yang disitu sudah tersurat apakah seseorang itu bisa menjadi bupati atau gubernur atau tidak.
Lalu, seperti apa masa depan Cagub Sumbar? “Ajo Dewa” belum berkenan menyebut nama. Tetapi dia lebih cenderung menganalisis kecenderungan pemilih yang sebelumnya terbelah oleh Pilpres 2019 lalu.
Menurutnya, pemilih di Sumbar juga telah membuat sikap dengan perubahan mendasar di tingkat partai pendukung capres. Artinya ada nuansa ketidakpuasan atas keputusan politik tertentu yang dibuat calon presiden dari partai Gerindra saat Pilpres sudah usai.
Masyarakat juga sudah menilai dengan tepat era kepemimpinan Irwan Prayitno selama sembilan tahun terakhir dengan plus minusnya. “Besar kemungkinan masyarakat Sumbar akan lebih memilih calon gubernur dari jalur independen yang lebih siap. Sebab hanya melalui jalur independen itulah kegelisahan dan ketidakpuasan pemilih itu bisa tersalurkan,” ungkap “Ajo Dewa” menyimpulkan.
Mengingat ada bakal calon pasangan jalur independen lain yakni Syamsu Jalal – Aldi Taher, mana masyarakat Sumbar lebih memercayai pilihannya. Sampai disini Ajo Armawi Koto memperlihatkan senyum politisnya dan kemudian menyebutkan satu nama dengan suara rendah, “Jenderal Polisi”. Ajo Armawi Koto menimpali alasannya bahwa Irjen Pol Fakhrizal sudah lebih dahulu berbuat di Sumbar.
Selama tiga tahun menjadi Kapolda Sumbar, Fakhrizal telah meninggalkan kenangan tugas yang tidak bisa dilupakan anak buahnya dan masyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya massa yang menghantarkannya ke BIM saat akan meninggalkan Ranah Minang.
“Kini dengan kesiapannya maju menjadi Calon Gubernur Sumbar, langkah Fakhrizal sudah dinantikan oleh masyarakat untuk dipilih menjadi Gubernur Sumbar yang akan datang,” tegas “Ajo Dewa”.
“Ajo Dewa” juga menamsilkan pasangan Fakhrizal-Genius ini sebagai kolaborasi Harimau Agam dengan Harimau Pinago Pariaman yang akan mengawal Gunuang Merapi dan Singgalang. (Rel)























