
PADANG, forumsumbar —–Boiziardi AS, SH, MH, dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Masjid Al-Mukarrahmah, Perumnas Siteba, Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang oleh Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Minggu (12/4/2026).
Bersama dengan pengurus lainnya, setelah dibacakan SK Pengurus Masjid Al-Mukarrahmah Periode 2026-2029, kemudian dilantik secara resmi oleh Wakil Walikota Maigus Nasir di hadapan hadirin yang hadir memenuhi Masjid Al-Mukarrahmah.
Turut hadir pada acara pelantikan yang diiringi dengan Halal bi Halal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Amirsyah Tambunan, Anggota DPRD Padang Faisal Nasir, Camat Nanggalo Amrizal Rengganis, Lurah Surau Gadang Andrika Sari, dan tokoh-tokoh masyarakat di Perumnas Siteba Padang, serta ibu-ibu majelis taklim.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Padang Maigus Nasir mengucapkan selamat kepada Boiziardi beserta pengurus lainnya. “Semoga amanah menjadi pengurus Masjid Al-Mukarrahmah ini dapat dijalan dengan baik,” ujar Maigus.
Maigus mengatakan bahwa saat ini Pemko Padang mempunyai program Smart Surau, dimana pemerintah ingin menjadikan surau/masjid menjadi tempat pembinaan generasi muda, sehingga lahir orang-orang yang smart.
“Sebagaimana kita tahu, di Minang ini surau telah melahirkan banyak tokoh-tokoh besar. Di surau lah lahir Buya Hamka, Natsir, H Agus Salim, dan tokoh lainnya,” ujar Maigus.
Adapun program Smart Surau adalah inisiatif digitalisasi masjid/musala untuk menjadikannya pusat ibadah inklusif, pendidikan, dan sosial, khususnya bagi generasi muda di Kota Padang. Program ini berfokus pada aktivitas positif remaja, seperti Subuh Mubarakah, Rumah Tahfiz, serta penyediaan fasilitas Wi-Fi dan ruang pembelajaran digital.

Di samping Subuh Mubarakah yang sudah menyasar 60.000 siswa dari total 80.000 siswa yanga ada, saat ini juga dijalankan Remaja Masjid Reborn.
“Program Remaja Masjid Reborn ini merupakan pengembangan dari program yang selama ini ada. Biasanya hanya sebatas wirid semata, pada program yang baru, bagaimana mengembangkan bakat dan minat anak-anak. Sehingga mereka menjadi antusias,” kata Maigus.
“Kita ingin anak-anak beraktivitas di masjid, bisa mengembangkan bakatnya, yang sesuai dengan ajaran Islam. Mudah-mudahan Remaja Masjid Al-Mukarrahmah bisa menjadi pilot project,” tambah Maigus.
Pada kesempatan itu, juga dilantik pengurus Remaja Masjid Al-Mukarrahmah oleh Ketua Umum Masjid Al-Mukarrahmah Boiziardi.

Bangun Islamic Center
Saat memberikan sambutan, dilaporkan Boiziardi bahwa ada dana Pokir dari Anggota DPRD Padang Faisal Nasir sebanyak Rp25 juta yang rencananya untuk pembuatan sumur bor.
“Tapi berkat usaha dari pengurus, untuk pembuatan sumur bor tersebut didapatkan bantuan pula dari Polda Sumbar,” ungkap Boiziardi, yang sehari-sehari bekerja sebagai Lawyer/Pengacara.
“Uang yang 25 juta dari Anggota DPRD Padang Faisal Nasir rencananya akan digunakan untuk membuat Islamic Center, yang menjadi pusat pembinaan remaja dan jamaah masjid,” tambah Boiziardi.
Untuk menambah dana pembuatan Islamic Center dan renovasi lainnya, saat acara dilakukan badoncek, dan terkumpul uang sebanyak Rp5 jt lebih.

Masjid Membangun Peradaban
Dr Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI Pusat, dalam tausiah halal bi halal menyampaikan apresiasi atas program-program Pemko Padang yang bersinggungan dengan pembinaan ummat dan membangun generasi yang Islami.
“Program-program yang dijalankan oleh Pemko Padang, seperti Smart Surau harus didukung penuh oleh masyarakat, karena kita yakin akan melahirkan generasi muda yang tangguh,” kata Urang Sumando Minang ini, dimana istri dari Amirsyah berasal dari Matur Kabupaten Agam.
Disampaikan Amirsyah, masjid itu bukan seberapa besar atau seberapa indahnya. Tapi hakekatnya kosong. Kosong dari hidayah dan petunjuk Allah.
Diingatkannya, jangan sampai kas masjid itu menumpuk. Harus digunakan untuk memberdayakan masyarakat. Masjid itu harus terbuka untuk ummat, yang penuh dengan petunjuk Allah.
“Masjid itu harus penuh dengan ukhuwah. Penuh dengan pelayanan kepada ummat. Sehingganya masjid itu mampu membangun sebuah peradaban, baik secara ekonomi, sosial maupun budaya”, pungkas Amirsyah.
(Ika)























