
PADANG PARIAMAN, forumsumbar — Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mendorong swasembada pangan, terus diperkuat. Tindak lanjut dari informasi niniak mamak Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, terkait ketersediaan lahan terlantar, langsung direspons cepat oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA).
Bertempat di ruang kerja Bupati di Komplek IKK Parit Malintang, Selasa (17/3/2026) Bupati Padang Pariaman JKA menerima langsung rombongan niniak mamak dan tokoh masyarakat Nagari Tapakih yang didampingi Walinagari serta Camat Ulakan Tapakih.
Pertemuan tersebut, turut dihadiri Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir beserta jajaran, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait.
Dalam pertemuan itu, dibahas potensi pemanfaatan lahan terlantar yang cukup luas untuk pengembangan program penanaman jagung. Sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
“Alhamdulillah, dari informasi niniak mamak, di wilayah kaum mereka terdapat sekitar 100 hektare lahan yang selama ini menganggur. Lahan tersebut berlokasi di Korong Kalimuntuang dan Korong Batang Kambaru, Nagari Tapakih. Ini tentu menjadi informasi yang sangat baik,” ujar Bupati JKA.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah bersama pihak kepolisian akan segera melakukan langkah konkret dengan turun langsung ke lapangan, guna memastikan kondisi lahan tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan pengecekan bersama Bapak Kapolres. Selanjutnya, hasilnya akan kita laporkan kepada Bapak Kapolda untuk dikoordinasikan lebih lanjut. Termasuk, terkait pengembangan dan dukungan yang diperlukan,” jelasnya.
Menurut JKA, pemanfaatan lahan tidur ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan. Tetapi, juga menjadi solusi strategis bagi masyarakat yang terdampak bencana alam dan kehilangan mata pencaharian.
“Kita ingin lahan yang selama ini tidak produktif, bisa dioptimalkan. Ini sekaligus membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat sinergi antara Pemerintah Daerah, aparat kepolisian, serta unsur masyarakat adat dalam mendorong kemandirian pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat di Padang Pariaman.
(Kominfo/AS)























