
PADANG PARIAMAN, forumsumbar — Tim Safari Ramadan (TSR) Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mulai bergerak serentak, pada Selasa (24/2/2026) malam, mengunjungi 30 masjid, mushalla, dan surau yang tersebar di 30 nagari pada 17 kecamatan di daerah itu.
Kehadiran rombongan TSR tidak sekadar menjalankan agenda rutin tahunan, tetapi membawa pesan silaturahmi, program pembangunan, sekaligus menjemput aspirasi masyarakat di bulan suci Ramadan.
Sebelum bertolak ke lokasi kunjungan masing-masing, seluruh tim terlebih dahulu dilepas secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA)dalam rangkaian kegiatan buka puasa bersama di Pendopo Bupati Kelurahan Karan Aur Kota Pariaman.
Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Asisten dan Kabag di lingkungan Sekretariat Daerah, Staf Ahli Bupati, anggota DPRD Padang Pariaman, serta insan pers yang akan meliput kegiatan pada tiap-tiap Tim.
Usai pelepasan, rombongan langsung bergerak menuju Masjid, Musala, dan Surau yang telah ditetapkan sebagai lokasi kunjungan TSR.
Tim Safari Ramadan tahun ini, dipimpin langsung oleh Bupati JKA, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, unsur Forkopimda, hingga Sekretaris Daerah, dengan anggota yang terdiri dari para Kepala Perangkat Daerah dan anggota DPRD. Kegiatan TSR 1447 H/2026 M tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 24 hingga 26 Februari 2026.
Dalam arahannya saat pelepasan, Bupati JKA menegaskan bahwa Safari Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar kunjungan seremonial.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya membangun “jembatan hati” antara Pemerintah dan masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
“Safari Ramadan ini bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan antara Pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi warga,” ujarnya.
Pada setiap lokasi kunjungan, tim juga menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp15 juta kepada pengurus rumah ibadah. Bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan maupun perbaikan sarana ibadah di masing-masing Nagari.

Namun dibalik penyerahan bantuan tersebut, masyarakat juga berharap lebih dari sekadar simbolis. Warga menanti keberlanjutan perhatian Pemerintah terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Karena itu, selain menyampaikan program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan Pemerintah Daerah, TSR juga membuka ruang dialog dengan masyarakat. Berbagai aspirasi pun mengemuka, mulai dari persoalan infrastruktur, penguatan ekonomi nagari, hingga pemulihan wilayah terdampak bencana.
Di tengah suasana religius Ramadan, pertemuan itu menjadi ruang harapan, agar jarak antara pemimpin dan masyarakat semakin dekat.
Pemerintah Daerah juga mengingatkan, pentingnya menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama bulan suci. Masyarakat diajak menjauhi berbagai penyakit sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan perjudian, serta menghormati nilai-nilai kesucian Ramadan.
Pengelola tempat hiburan juga diminta menyesuaikan aktivitasnya selama bulan puasa. Sementara itu, Polri, TNI, ninik mamak, alim ulama, hingga bundo kanduang diajak bersinergi menjaga ketertiban dan marwah Ranah Minang selama Ramadan.
Lebih jauh, Safari Ramadan juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah “Padang Pariaman Maju dan Sejahtera” periode 2025–2030.
Melalui momentum ini, Pemerintah Daerah ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang berintegritas, serta kehidupan sosial yang religius dapat berjalan seiring dan saling menguatkan.
(Kominfo/AS)























