
DHARMASRAYA, forumsumbar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode I 2026 Universitas Andalas (Unand) di Nagari Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, melakukan gebrakan strategis dalam tata kelola administrasi desa.
Bekerja sama dengan Pemerintah Nagari, mahasiswa menginisiasi pemutakhiran data Sustainable Development Goals (SDGs) yang difokuskan pada enam kategori kelompok rentan. Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu program kerja KKN yaitu; “Pendataan SDGs Nagari”.
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi teknis yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Nagari Sitiung, Arbais, serta 13 Kepala Jorong se-Nagari Sitiung di Ruang Bamus Kantor Walinagari, pada Senin 26 Januari 2026.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Unand menyerahkan format formulir yang telah didesain khusus agar mudah diisi secara manual oleh Kepala Jorong, namun siap untuk diintegrasikan ke sistem digital (Excel). Para Kepala Jorong akan terjun langsung mendata warganya door-to-door untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Sekretaris Nagari Sitiung, Arbais, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan mahasiswa KKN Unand. Ia menyebutkan bahwa pendataan ulang ini akan sangat membantu pihak nagari dalam kesiapsiagaan administrasi menghadapi permintaan data yang kerap datang mendadak dari pemerintah pusat.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat membantu kami. Dengan adanya formulir standar ini, data dari 13 jorong akan seragam dan lebih mudah diverifikasi. Ini langkah awal yang baik untuk mewujudkan Nagari Sitiung yang tertib administrasi. Seringkali permintaan data dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat datang tiba-tiba dengan tenggat waktu yang sangat singkat. Kendala selama ini, kami harus menghubungi Kepala Jorong satu per satu untuk merekap ulang yang tentu memakan waktu,” ungkap Sekretaris Nagari Arbais, seperti disampaikan melalui keterangan pers mahasiswa KKN Unand, Kamis (5/2/2026).
Dengan adanya program ini, Arbais menambahkan, Nagari Sitiung akan memiliki arsip atau database mandiri yang lengkap di kantor. “Jadi, kapanpun data dibutuhkan oleh pihak kabupaten, provinsi atau pusat, Nagari sudah siap menyajikannya secara cepat dan akurat tanpa harus menunggu proses pendataan ulang dari bawah. Ini adalah bentuk efisiensi birokrasi yang sangat kami butuhkan untuk tertib administrasi,” tegasnya.
Nantinya, data manual yang dikumpulkan oleh Kepala Jorong akan direkapitulasi dan didigitalkan oleh tim KKN Unand bersama Kasi Kesra Nagari. Output akhirnya berupa database digital yang diserahkan kepada Nagari sebagai arsip vital untuk rujukan kebijakan di masa mendatang.
Program pendataan ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis di kemudian hari, sekaligus mendukung pencapaian indikator SDGs Desa.
(Khalif Jihadi Hanafi / Mahasiswa KKN Unand 2026)























