
PADANG, forumsumbar —Tokoh alumni Universitas Andalas (Unand), Ir Irfendi Arbi, MP mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus DPP IKA Unand periode 2025-2029 yang baru dilantik, Sabtu (31/1/2026), bertempat di Convention Hall Unand, Kampus Limau Manis Padang.
“Selamat kepada para pengurus DPP IKA Unand, dan apresiasi atas pelaksanaan acara pelantikan yang berlangsung dengan sukses,” ujar Irfendi, sehabis acara.
Sebenarnya Irfendi masuk dalam jajaran kepengurusan juga sebagai anggota Dewan Penasehat, dengan Ketua Prof Musliar Kasim. Jadi kehadirannya saat acara pelantikan, di samping sebagai tokoh alumni, juga pengurus yang dilantik.
Irfendi Ardi yang merupakan seorang aktivis mahasiswa sewaktu kuliah di Fakultas Pertanian Unand, mendukung munculnya wajah-wajah baru dalam kepengurusan inti DPP IKA Unand periode 2025-2029, yang berlatar belakang profesional.
Sebagaimana diketahui yang dilantik sebagai Ketua Umum itu Denny Abdi yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Luar Negeri RI, dan pernah menjadi Dubes di Vietnam. Sementara Sekjen adalah Gusti Candra yang menjabat sebagai Dirut Bank Nagari.
“Banyak alumni menaruh harapan terhadap kepemimpinan Pak Denny Abdi dan Pak Gusti Candra. Semoga ke depan pergerakan IKA Unand akan semakin aktif berbuat untuk almamater, daerah, bahkan untuk bangsa dan negara,” kata mantan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, dan juga mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2005-2010.
Irfendi yang pernah menjadi Ketua I DPP IKA Unand semasa Ketua Umum Gamawan Fauzi, menyarankan IKA Unand punya program tidak usah yang muluk-muluk. Mending programnya itu membumi, bersentuhan langsung dengan kepentingan alumni, tapi bisa dikonkretkan.

Kemudian Irfendi Arbi titip program pembangunan Rumah Singgah bagi alumni yang baru tamat (fresh graduated) yang akan mencari kerja, khususnya di Jabodetabek.
“Di tingkat fakultas rasanya sudah ada yang membuatnya, yakni Fakultas Teknik Unand. Melalui organisasi alumninya KATUA diadakan Rumah Singgah bagi alumninya yang baru tamat yang sedang mencari kerja di Jabodetabek. Sekarang di tingkat universitas lagi, bagaimana DPP IKA Unand membuat hal yang sama,” usul Irfendi.
Tidak semua alumni mempunyai kemampuan finansial untuk bertarung mencari kerja di Jabodetabek. “Di sinilah peran IKA Unand untuk memfasilitasi penginapan maupun ransum mereka selama mencari kerja. Ketika kerja sudah didapat, maka alumni tadi keluar, dan berganti dengan yang lain,” ucap Irfendi.
Rumah Singgah inilah yang perlu diprogramkan oleh IKA Unand. Bagaimana para alumni yang baru tamat merasa ada yang memperhatikan, dan mencarikan solusi dari persoalan mereka di dalam mencari kerja.
Ditambahkan Irfendi, ketika alumni tadi sudah mendapatkan kerja, maka banyak di antara mereka yang kemudian ikut menjadi donatur terhadap Rumah Singgah tadi dengan menyisihkan gaji mereka.
(Ika)























