
PADANG, forumsumbar ––Gelombang duka akibat banjir bandang yang kembali menerjang Sumatera Barat menyisakan luka mendalam bagi ribuan warga.
Di tengah kepiluan itu, SMPN 13 Padang menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi Spentibel Peduli dan Berbagi, sebuah gerakan solidaritas untuk membantu para siswa dan guru yang terdampak langsung oleh musibah tersebut.
Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kota Padang telah merusak ratusan rumah warga. Di antara mereka, terdapat 12 siswa dan 1 orang guru SMPN 13 Padang yang rumahnya terendam dan mengalami kerusakan, serta 3 siswa lainnya yang rumahnya rusak berat.
Rumah siswa yang terdampak paling parah berada di Muaro Panjalinan, Bypass, Griya Kubutama, Kecamatan Nanggalo, hingga Ikur Koto, dsb. Wilayah yang memang dikenal rawan limpahan air ketika curah hujan meningkat.
Sebagai bentuk empati dan kehadiran sekolah di tengah situasi sulit, SMPN 13 Padang menggerakkan penggalangan dana secara internal. Donasi dihimpun dari seluruh guru, pegawai, serta para siswa yang dengan tulus menyisihkan sebagian rezekinya. Meski berasal dari lingkungan sekolah, jumlah bantuan yang terkumpul menjadi simbol kuat kebersamaan dan solidaritas keluarga besar Spentibel.
Bantuan tersebut diserahkan langsung dengan mengunjungi rumah para korban. Rombongan sekolah dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Rifki Ferdiansyah, SHum, MPd, didampingi oleh Wakil Kesiswaan, Susi Irawati, SPd, Wakil Sapras Burhasman, SPd, Pembina OSIS, Pengurus OSIS, serta beberapa guru lainnya. Mereka tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral dan kehangatan emosional bagi keluarga yang sedang berduka.

Kehadiran mereka di lokasi terdampak menjadi bukti nyata bahwa sekolah bukan hanya ruang belajar, tetapi juga rumah kedua yang selalu berupaya ada ketika warganya membutuhkan. Di Muaro Panjalinan, rombongan menyaksikan bagaimana sebagian rumah siswa luluh lantak diterjang arus kuat.
Sementara di Bypass dan Ikur Koto, lumpur mengering di dinding menjadi jejak pilu yang tak mudah dihapuskan. Setiap langkah tim sekolah disambut dengan haru oleh para keluarga yang menerima bantuan tersebut.
“Ini saatnya kita saling menguatkan. Sekolah hadir bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pelindung dan penyokong bagi siswa serta guru yang terdampak,” ujar Wakasek Rifki, Senin (8/12/2025), saat menyerahkan bantuan.
Ia menegaskan bahwa empati dan kepedulian seperti inilah yang harus terus ditumbuhkan di lingkungan sekolah, terutama ketika musibah datang tanpa diduga.

Bagi Susi Irawati, aksi ini bukan akhir, tetapi langkah awal membangun kembali kehidupan para siswa. Menurutnya, penting bagi sekolah untuk memastikan kondisi psikologis dan motivasi belajar mereka tetap terjaga di tengah situasi sulit.
Gerakan Spentibel Peduli dan Berbagi ini menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar sebuah sekolah terletak pada kebersamaan. Di tengah musibah yang melanda Sumbar, keluarga besar SMPN 13 Padang memilih untuk tidak tinggal diam.
“Kita turun tangan, merangkul, dan menyatakan bahwa setiap siswa adalah bagian penting dari keluarga besar Spentibel,” kata Susi Irawati.
Dengan penuh empati, langkah kecil ini diharapkan mampu menghadirkan secercah harapan bagi para korban. Sebab dalam setiap bantuan yang diberikan, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: kita tidak sendiri, dan kita saling menjaga.
(Edrawati)























