
PADANG, forumsumbar ––Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar, menyisakan duka bagi korban yang rumahnya terkena banjir maupun hanyut dibawa air sungai, serta banyaknya infrastruktur yang rusak di daerah terdampak.
Banyak pihak yang turut berduka dan prihatin dengan bencana ini, yang ternyata dampaknya begitu luas.
Menyikapi hal tersebut, Buya H Mas’oed Abidin (HMA), Ulama/Tokoh Masyarakat Sumbar, Minggu (7/12/2025), menyampaikan beberapa hal menyangkut penanganan bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar, yang berdasarkan data dari BNPB per Sabtu tanggal 6 Desember 2025, dilaporkan korban meninggal dunia mencapai 914 orang, dan yang masih hilang 389 orang.
Korban yang meninggal itu, di Aceh 359 orang, Sumut 329 Sumut dan Sumbar sebanyak 226 orang.
Ada beberapa poin yang menjadi perhatian dan imbauan Buya HMA, sebagai berikut;
1. Mulai didata keperluan utama masyarakat terdampak bencana banjir bandang Sumatera ini
2. Keperluan mereka di luar kebutuhan pangan
3. Setiap daerah punya spesifik yang berbeda
4. Keperluan mereka juga berbeda
5. Pendataan ini penting untuk pemerataan penanganan kebutuhan masyarakat.
6. Bukan penyeragaman bantuan saja
7. Jangan terjadi pembagian beras yang banyak, sementara alat pemasak masyarakat terdampak tidak punya
8. Kita memerlukan masyarakat terdampak bencana kembali bangkit percaya diri
9. Hindari sikap ketergantungan sepanjang masa
10. Mohon didata keperluan sandang, pangan dan papan secepatnya.
11. Moga dengan demikian kita bisa mengikut sertakan masyarakat peduli bencana ikut berpartisipasi
12. Semoga segera dapat disikapi persoalan penanganan bencana ini
“Terimakasih banyak para relawan lapangan. Sehat selalu tetap semangat dan jaga fisik dengan baik. Salam hormat. Wassalam,” pungkas Buya HMA.
(Ika)























