
PESISIR SELATAN, forumsumbar ––Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kecamatan Lengayang menggelar sidang pengukuhan gelar yang dilaksanakan oleh Badan Peradilan Adat/LED, bertempat di Kantor KAN Kotobaru, Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (6/9/2025).
Sidang ini dihadiri oleh Penghulu Andiko Gadang Suku Kampai Ampek Paruik Nagari Kambang, antara lain; Joson Kenedi Dt Rajo Kampai, Abasral Dt Rajo Itam, Okta Bendrayani Dt Rang Batua, SSos, dan Alfian Dt Rajo Pado Basi.
Di samping itu, acara ini juga dihadiri oleh Andiko Ketek, di antaranya; Kasir Rajo Garak, Jilir Bagindo Sati, Bustami Bandaro Kampai, Joni Adia Kairian Rajo Merah, dan Syafri Ermandianto Rajo Enda.
Sidang pengukuhan gelar yang dipimpin oleh Rajo Adat Nagari Kambang Rahma Dianto Rajo Bagindo Sati, bersama dengan sekretaris acara Rinaldi Sutan Saidi, SPd dengan peserta yang dikukuhkan ada 5 suku, di antaranya Suku Kampai, Suku Panai Tangah, Suku Jambak, Suku Melayu 4 Niniak dan Suku Lareh Nan Tigo.
Turut menjadi saksi dalam pengukuhan gelar oleh Rajo Adat Nagari Kambang ini para Bundo Kanduang serta Niniak Mamak.
Dalam sambutannya, Rajo Adat Nagari Kambang menitahkan agar para kandidat yang akan memangku gelar dapat memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) di dalam mengayomi kaum di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang kian deras saat ini.
“Kita berharap kepada para kandidat pemangku gelar dapat menjaga eksistensi budaya yang telah diwariskan agar tidak tergerus oleh arus perubahan zaman,” ujar Rajo Adat Nagari Kambang Rahma Dianto.
Ditambahkannya, seperti pepatah; Adat tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan. Dimana filosofi ini memberikan pertanda bahwa keberadaan budaya perlu diwarisi secara turun temurun agar tidak terbawa arus oleh kemajuan media teknologi komunikasi yang kian kompetitif.
Selesaikan Masalah dan Lengkapi Dokumen
Pada sidang pengukuhan gelar tersebut, Dr Syafrial N Dt Bandaro Itam, MAg mengingatkan agar pada kandidat yang akan dikukuhkan dapat menyelesaikan masalah dan saling bersinergi sehingga segala masalah dunsanak dan kemenakan dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana.
“Sumpana maelo rambuik dalam tapuang. Rambutnya dapat diambil, tapi tepungnya tidak terserak,” kata Syafrial.
Senada dengan itu, Joson Kenedy Dt Rajo Kampai memberikan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada seluruh para angku penghulu, Niniak Mamak dan Bundo Kanduang, serta dunsanak baik yang berada di kampung maupun yang di rantau, yang telah saling bahu membahu dengan komitmen yang tinggi untuk menyukseskan acara Malewa Gala.
Kemudian Joson mengingatkan para kandidat untuk melengkapi segala dokumen yang pada akhirnya dapat memenuhi standar validasi berjenjang, bajanjang naiak batanggo turun, dalam proses aspek ranji, surat kuasa pemegang gelar sebelumnya, dokumen kebulatan kaum dan dokumen pendukung lainnya yang secara langsung maupun tidak lansung telah dinyatakan lolos dan disahkan mengukuti tradisi gelar kebesaran kaum masing-masing.
“Dengan lengkapnya dokumen dan telah lolos dalam acara sidang pengukuhan, tinggal pada kandidat akan ikut di acara Melawa Gala nantinya,” pungkas Joson Kenedi.
Pengukuhan Bersama Jadi Meringankan
Pada acara sidang pengukuhan gelar yang dipandu oleh Rinaldi Sutan Saidi ini terdapat 53 orang kandidat yang secara bersama-sama akan mengambil bagian untuk suksesnya acara Malewa Gala.
Dari 53 orang kandidat tersebut terdapat 16 orang yang berasal dari Suku Kampai. Dimana salah satu kandidat Suku Kampai dari gelar kaum Anja Pansu, yakni Delpa, SS, MSoc, Sc, PhD.
Delpa mengapresiasi pelaksanaan Malewa Gala yang dilaksanakan secara bersama-sama yang dapat meringankan secara finansial dari masing-masing kandidat, termasuk dari kaum Anja Pansu.
Menurut rencananya, kata Delpa, acara Malewa Gala akan dilaksanakan pada akhir bulan September 2025 ini.
(Cun)























