
PADANG, forumsumbar –— Rencananya Hamas (Himpunan Media Sumbar) yang bekerjasama dengan FBS UNP (Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang), PLS (Penyala Literasi Sumbar), PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat) dan PPIC (Poetry-Pen International Comunity), akan menggelar acara; “PUISI MERAH PUTIH; Padusi Baca Puisi” pada tanggal 9 Agustus 2025, pukul 08.30-13.00 Wib, bertempat di Teater Tertutup Prof Mursal Esten, FBS UNP Air Tawar Padang.
Disampaikan Isa Kurniawan dari Hamas, acara ini merupakan bagian dari membumikan Gerakan Berkesenian dan Berkebudayaan (GBB) yang diusung oleh Hamas, dan sekaligus memeriahkan 80 Tahun Indonesia Merdeka.
“Pada acara ini akan ada Orasi Budaya, Parade Baca Puisi, dan juga Achievement Award. Sesuai dengan nama acaranya, semua pemuisi adalah perempuan (padusi) dari berbagai latar belakang,” ujar Isa Kurniawan, Minggu (27/7/2025).
Untuk Achievement Award, lanjut Isa, akan diberikan anugerah kepada tiga padusi Minang yang tangguh, yakni; Hj Emma Yohanna (Tokoh Masyarakat/Anggota DPD RI Periode 2009-2024/Tiga Periode), Prof Dr Diana Kartika (Akademisi/Rektor Unversitas Bung Hatta) dan Annisa Suci Ramadhani, SH, LLM (Politisi/Bupati Dharmasraya).
Penghargaan ini, kata Isa, namanya Limpapeh Achievement Award. Limpapeh artinya tonggak. Achievement prestasi, dan Award penghargaan. Jadi Limpapeh Achievement Award penghargaan bagi padusi Minang yang berprestasi, berdedikasi, dan berkiprah sesuai jalurnya dan telah mengangkat harkat dan martabat padusi Minang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Ibu Emma Yohana itu menjadi Anggota DPD RI tiga periode, dari tahun 2009-2024. Dan merupakan seorang pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Beliau punya sekolah,” terang Owner forumsumbar.com ini.
Kemudian, Prof Diana Kartika merupakan Rektor Universitas Bung Hatta. Universitas swasta terkemuka di Sumbar. Dan Annisa Suci Ramadhani adalah kepala daerah perempuan pertama di Sumbar. Jadi Bupati Dharmasraya.

Dikatakan Isa, Hamas telah menginventarisir banyak padusi Minang yang berprestasi, tapi setelah melalui kajian, diskusi, dan melihat rekam jejak yang ada, untuk saat ini Hamas memutuskan tiga padusi Minang tangguh tadi untuk dianugerahi penghargaan Limpapeh Achievement Award. Yang lainnya tentu pada kesempatan berikutnya.
“Jadi pemberian penghargaan ini bukan lah latah dan bukan pula asal-asalan. Semua tahu lah siapa yang kita berikan penghargaan. Berikut prestasi maupun rekam jejaknya,” tegas Isa yang intens menggelorakan semangat berkesenian dan berkebudayaan ini.
“Pemberian penghargaan ini meupakan versi Hamas, dan sekira ada yang mempunyai penilaian lain, silahkan adakan pula,” tambah alumni Kimia FMIPA Unand ini.

Bagi orang Minang, lanjut Isa, padusi itu adalah Limpapeh Rumah Nan Gadang. Merupakan tonggak. Dan perannya sangatlah strategis di dalam membangun peradaban.
Di samping baca puisi akan ada pula Orasi Budaya oleh Prof Yenni Rozimela, MEd, PhD (Guru Besar FBS UNP/Direktur Pascasarjana UNP), dengan tema; “Tantangan Padusi Minang di Era Digital,”
Pada Parade Baca Puisi selain Hj Emma Yohana, Prof Dr Diana Kartika, dan Annisa Suci Ramadhani, SH, LLM, yang ikut, akan ada pula; Dr Minda Sari, MPd (Sastrawati/Mantan Guru), Ir Corri Saidan, MSi (Birokrat), Yeni Zafitri, SE (Aktivis Perempuan), Ita Desnatalia, MPd (Kepsek SMKN 8 Padang), Ka’bati, MSi (Aktivis Perempuan/Penulis), Leni Marlina, SS, MM (Dosen FBS UNP/Sastrawati), Eka Teresia, SPd, MM (Guru SMKN 6 Padang/Pegiat Literasi Nasional), Patra Rina Dewi, SSi, MSc (Aktivis Perempuan), Lenggogeni (Wartawati), Angelina Anggraini (Mahasiswi UM Sumbar), Belha Je Venru (Mahasiswi UNP) Afiqa Carrisa Makmur (Siswi SMPN 2 Padang).
(Putrie)























