
PADANG, forumsumbar —Di penghujung Ramadan 1446H, Walikota Padang Fadly Amran menggelar buka bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat Padang, di Palanta Rumah Dinas di Jl A Yani Padang, Kamis (27/3/2025).
Tokoh masyarakat yang hadir berdatangan dari kecamatan yang ada di Kota Padang, perwakilan ormas, komunitas dan lainnya.
Dalam sambutannya, Walikota Padang Fadly Amran meminta dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat yang hadir sehubungan dengan telah dilantiknya ia sebagai Walikota Padang, dan Maigus Nasir sebagai Wakil Walikota oleh Presiden RI Prabowo.
“Setelah dilantik tempo hari, kami langsung konsolidasi internal dengan ASN Pemko Padang, untuk menyatukan langkah ke depan di dalam melayani masyarakat dan menjalankan program-program yang telah direncanakan,” ujar Fadly Amran.
Disampaikan Fadly bahwa beberapa program unggulan sudah akan dijalankan, di antaranya BPJS Kesehatan gratis, LKS dan baju seragam sekolah gratis, pencanangan Dubalang sebagai penjaga keamanan lingkungan, “Smart Surau”, “Padang Amanah”, dan yang baru-baru ini “Gebyar Ramadan”.
Untuk Dubalang, kata Wako Fadly, Pemko Padang telah membentuk satgas dari 300 orang tenaga honorer yang akan ikut memantau dan melakukan monitoring di lapangan terhadap keamanan lingkungan, khususnya dari kenakalan remaja dan tawuran.

“Untuk LKS dan seragam sekolah gratis, kita sudah bertemu dengan asosiasi percetakan dan pengusaha konveksi seragam sekolah,” kata Wako Fadly.
Kepada tokoh masyarakat yang hadir Wako Fadly berharap agar ikut memantau jalannya program-program yang dilaksanakan oleh Pemko Padang tersebut. “Kita siap menerima masukan dari tokoh-tokoh masyarakat agar program yang dijalankan bisa maksimal,” tukas Fadly.

Ditambahkan Fadly bahwa ia siap menjalankan pemerintahan secara clean and good governance. “Tanpa pemerintahan yang bersih, tentunya program-program Pemko Padang tidak ada apa-apanya,” tukuknya.
Pada kesempatan tersebut ikut memberikan tausiyah menjelang buka, Prof Salmadanis, yang menyampaikan pentingnya merawat keberagaman yang ada di tengah-tengah masyarakat Kota Padang.
“Keberagaman itu adalah takdir, dan perlu dirawat. Apalagi Padang itu sebagai kota inklusif. Dan semangat Ramadan itu adalah kebersamaan. Seperti saat ini diadakannya buka bersama,” ujar Prof Salmadanis, yang merupakan guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol.
(Ika)























