
PADANG PARIAMAN, forumsumbar –— Untuk menyatukan langkah dalam pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman, untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Komitmen tersebut, ditegaskan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) saat membuka Rapat Kerja (Raker) UKS/M Padang Pariaman Tahun 2026 di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang, Rabu (20/5/2026).
Rapat kerja ini, menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai unsur lintas sektor. Mulai dari Perangkat Daerah terkait (Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kominfo, Bapelitbangda, Lingkungan Hidup dan Kantor Kemenag), Asisten I dan Bagian Kesra Setda, Camat, Puskesmas, hingga Sekolah dan Madrasah (SMP/MTs, SD/MI, TK/RA) se Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam arahannya, Bupati JKA menegaskan bahwa keberadaan UKS/M tidak lagi sekadar pelengkap di lingkungan sekolah, melainkan instrumen penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, disiplin dan berkarakter.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk pola hidup, karakter dan masa depan anak-anak kita. Karena itu, kesehatan lingkungan sekolah harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Menurut JKA, penguatan UKS/M harus dijalankan secara menyeluruh melalui implementasi Trias UKS, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat. Ketiga unsur tersebut, dinilai menjadi pondasi utama dalam menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Ia juga mengingatkan, pentingnya sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, hingga Pemerintah Kecamatan dan Nagari. Agar program UKS/M, benar-benar berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan peserta didik di lapangan.

“Jangan sampai UKS hanya ada papan namanya saja. Harus benar-benar hidup, aktif dan dirasakan manfaatnya oleh siswa,” ujar JKA disambut antusias peserta rapat.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyoroti sejumlah aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama, mulai dari sanitasi sekolah yang layak, ketersediaan air bersih, pengawasan jajanan sehat di kantin sekolah, hingga pelaksanaan skrining kesehatan rutin bagi siswa.
Tidak hanya itu, JKA juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam program UKS/M, agar mampu menjawab tantangan kesehatan generasi muda saat ini. Termasuk edukasi kesehatan mental, pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa tekanan maupun ancaman terhadap kesehatan fisik dan mental mereka.
Menutup arahannya, JKA berharap rapat kerja tersebut tidak berhenti sebatas agenda seremonial. Tetapi mampu melahirkan langkah nyata dan rencana aksi yang terukur, serta dapat dievaluasi secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen penuh mendukung setiap program yang bermuara pada peningkatan kualitas kesehatan anak-anak didik kita. Karena generasi sehat hari ini adalah penentu masa depan daerah dan bangsa,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Alkhaufa dalam laporannya menyampaikan, bahwa Raker yang berlangsung selama satu hari itu diikuti sebanyak 143 peserta yang terdiri dari perwakilan dari Instansi terkait, Camat dan Kasi Kesra, Kepala Puskesmas dan Kepala SMP dan MTs, Kepala SD dan MI, Kepala TK dan RA se Kabupaten Padang Pariaman.
Adapun maksud dari pelaksanaan kegiatan ini, adalah untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya peran UKS/M menyusun, mengevaluasi dan merencanakan program kerja strategis yang sistematis dan terukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan peserta didik melalui sinergi berbagai pihak. Sementara tujuan dari Raker ini, adalah untuk menyamakan persepsi, mendorong komitmen dan memberikan pemahaman kepada Sekolah/Madrasah dalam menggerakkan pelaksanaan program Trias UKS.
Diketahui, Trias UKS adalah tiga program pokok yang menjadi landasan utama Usaha Kesehatan Sekolah, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat dan peserta didik yang berprestasi.
1. Pendidikan Kesehatan: Kegiatan berupa pemberian pengetahuan dan penanaman perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
2. Pelayanan Kesehatan: Upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Mencakup pemeriksaan kesehatan berkala, imunisasi dan pertolongan pertama di sekolah.
3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat: Pemeliharaan kondisi fisik, mental dan sosial lingkungan sekolah dalam mendukung proses belajar.
(Kominfo/AS)























