PADANG, forumsumbar —Untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi, kepala daerah harus inovatif. Aksi yang dilakukan tidak bisa yang standar-standar saja yang hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) semata.
APBD biasanya 60-70% sudah habis untuk biaya rutin dan gaji pegawai. Dapat dibayangkan berapa lagi yang untuk pembangunan infrastruktur dan alokasi lainnya? Jadi kepala daerah harus mampu berinovasi, mencari peluang-peluang ekonomi sebagai sumber pemasukan.
Penekanan itu disampaikan pengusaha muda milenial Dony Oskaria, saat berdiskusi dengan beberapa awak media, Minggu (5/1) malam di Hotel Kryad Bumi Minang Padang. Turut serta dalam diskusi tersebut Ricky Donals Nazir Dt Paduko Marajo, yang juga salah seorang Wakil Ketua LKAAM Sumbar.
Dony yang malang melintang menjadi CEO di CT Corp, dan saat ini merambah usaha pariwisata di Bali dan di Kawasan Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, mencontohkan suatu daerah di Sulawesi yang mengandalkan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) sebagai terobosan usaha untuk menarik orang, atau wisatawan berkunjung ke daerahnya.
“Mereka memasang profesional sebagai pemasaran di Jakarta, agar kegiatan dan acara-acara rapat maupun pertemuan dilakukan di daerahnya, dengan memberikan insentif dan kemudahan-kemudahan,” ujar putra Tanjung Alam Kabupaten Tanah Datar itu.
Misalnya, lanjut Dony yang pernah menjadi anggota Dewan Komisaris di Garuda Indonesia, peserta yang mengadakan pertemuan diundang makan bersama oleh kepala daerah, kemudian disediakan cendera mata. “Sehingganya beban penyelenggaraan acara bisa berkurang,” ujarnya.
Tetapi multiplier effect dari datangnya ratusan, atau bahkan ribuan peserta acara, yang akan menginap dan berbelanja di daerah, menurut mantan Ketua Pokja Pariwisata Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu, tentunya mendatangkan pemasukan, yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat maupun daerah.
Sebenarnya, ungkap Dony, banyak peluang yang bisa mendatangkan pemasukan, atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekiranya para kepala daerah mampu berinovasi sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.
Diskusi yang berlangsung sampai dini hari itu, membahas berbagai persoalan pembangunan Sumbar, dan tidak ketinggalan diskusi hangat mengenai Pilkada Serentak 2020, yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, serta belasan pilkada bupati dan walikota. (IK)























