
PADANG, forumsumbar –—Kota Padang, Sumatera Barat, dengan keindahan dan warisan budayanya, kembali melangkah ke panggung dunia. Pada 8-12 Mei 2025, Padang akan menjadi tuan rumah International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-III, sebuah perhelatan yang tidak sekadar merayakan literasi, tetapi juga mempersatukan dunia melalui keunikan budaya dan nilai-nilai luhur Minangkabau.
Setelah sukses menyelenggarakan IMLF I pada 2023 dengan kehadiran delegasi dari 12 negara dan IMLF II pada 2024 dengan partisipasi 17 negara, IMLF III kini menargetkan kehadiran 20 negara.
Keberhasilan sebelumnya menjadi pijakan kokoh untuk membawa nama Minangkabau lebih dikenal dan dihargai di tingkat internasional.
IMLF adalah lebih dari sekadar festival. Sejak awal kemunculannya, ia telah menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi lokal dengan dunia modern, menyatukan berbagai bangsa melalui kata-kata, seni, dan dialog.
Sastri Bakry, Ketua DPD SatuPena Sumatera Barat, dengan rendah hati mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang terus mengalir.
“IMLF adalah perayaan kebersamaan. Kami tidak mungkin mencapainya tanpa kontribusi dari semua pihakâmasyarakat, pemerintah, komunitas literasi, hingga para delegasi internasional. Semoga di tahun 2025 ini, kita bisa memberikan yang lebih baik lagi,” ujar Sastri, melalui keterangan persnya, Sabtu (28/12/2024).
Ditambahkan Sastri, Padang tidak hanya akan menampilkan literasi sebagai inti festival, tetapi juga mengangkat keindahan alam dan kekayaan budaya yang tak ternilai. Heritage Indarung, yang menyimpan jejak sejarah bangsa, akan menjadi salah satu sorotan utama. Gua Kelelawar Padayo, dengan keunikan geologinya, serta permainan tradisional salaju sampan, akan menggambarkan kebersamaan khas Minangkabau yang hangat dan penuh makna.
Sementara itu, menurut Yudi Indra Syani, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, festival ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan Padang kepada dunia.
“Ini bukan sekadar acara, ini adalah ruang untuk berbagi, mempererat persahabatan, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Padang memiliki kekayaan yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga mendalam secara makna,” katanya dengan penuh kerendahan hati.
Adapun IMLF III akan menghadirkan berbagai aktivitas menarik, termasuk pembacaan puisi oleh sastrawan internasional, pertunjukan tari tradisional Minangkabau, dan konser seni dari artis lokal hingga internasional. Semua ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang mempertemukan tradisi dan inovasi.
Namun, inti dari festival ini tetaplah literasi. Sebagai alat transformasi sosial, literasi membawa pesan perdamaian, kesetaraan, dan harapan. “IMLF adalah cara kita berbicara kepada dunia, bahwa melalui tulisan dan budaya, kita bisa membangun kerjasama yang harmonis,” tambah Yudi.
Pj Walikota Padang, Andree Algamar, bersama seluruh jajaran pemerintahan Kota Padang, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh acara ini. Kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi dan mitra internasional telah menjadi fondasi penting dalam memastikan kesuksesan IMLF III.
“Kami percaya bahwa Padang, dengan segala potensi dan keramahan masyarakatnya, mampu menjadi tuan rumah yang baik. Kami ingin dunia melihat bahwa Padang adalah kota yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh inspirasi,” ucap Andree.
Dengan partisipasi delegasi dari berbagai negara, IMLF menjadi ruang dialog yang membangun. Ia menjadi lebih dari sekadar acara, melainkan alat diplomasi budaya yang memperkuat nilai-nilai lokal Minangkabau di mata dunia.
“Budaya kita adalah harta yang harus terus dijaga, tetapi juga harus dibagikan. Dengan berbagi, kita tidak kehilangan, melainkan memperkaya,” ujar Sastri dengan bijak.
IMLF ke-III adalah sebuah perjalanan besar, bukan hanya bagi Kota Padang, tetapi juga bagi Minangkabau secara keseluruhan. Festival ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama merayakan kebudayaan, menjalin persahabatan, dan menumbuhkan literasi sebagai kekuatan global.
Pada akhirnya, Padang membuka pintunya dengan penuh kehangatan, mengundang dunia untuk datang, melihat, dan merasakan. Di setiap cerita, puisi, dan pertunjukan, ada jiwa Minangkabau yang ingin berbagi tentang keindahan dan kearifan lokalnya.
Dengan langkah pasti dan semangat gotong royong, Padang siap mengukir sejarah baru. IMLF ke-III akan menjadi panggung megah yang menunjukkan kepada dunia bahwa Minangkabau adalah rumah bagi keberagaman, kreativitas, dan harapan. Padang tidak hanya bersinar untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk dunia.
[Rel/LM-Forum Sumbar & AT Satu Pena Sumbar]























