
LIMAPULUH KOTA, forumsumbar—Usaha petani Jorong Gando Nagari Piobang Kabupaten Limapuluh Kota pada tanaman kakao (coklat) mendapatkan perhatian dari Mardhatillah, mahasiswa pasca-sarjana S3 Universitas Muhammadiyah Malang (UM Malnag), Jawa Timur.
Mardhatillah, yang merupakan alumni Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unand dan S2 di Teknologi Indusrti Pertanian UGM (Universitas Gajah Mada) ini, yang biasa dipanggil dengan Tia, melakukan Pengabdian Masyarakat Mandiri dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan) “Mekar Tani” Jorong Gando Nagari Piobang.
Poktan “Mekar Tani” yang beranggotakan 20 orang ini, mempunyai usaha tani dengan penanaman kakao yang dimulai pada tahun 2010, sampai sekarang.
“Usaha penanaman kakao ini sempat turun naik, karena adakalanya harganya sangat rendah, yakni Rp20 rbu per kilonya. Masyarakat pun drop, dan tidak serius menggarap kakao,” ujar Roni Yohendra, Ketua Poktan Mekar Tani, Kamis (19/12/2024).
Tapi pengolahan kakao yang dilakukan masih belum memenuhi syarat untuk kualitas kakao yang baik. Karena kakao ada yang langsung dikupas dan bijinya langsung dijemur pada sinar matahari, selama 3 hari sampai satu minggu, tergantung cuaca. Artinya tanpa melalui fermentasi.

Sementara untuk yang melalui fermentasi, bijinya tersebut didiamkan di dalam kotak kayu yang dialas dengan karung, dan dibolak-balik selama lebih kurang satu minggu. Di sinilah terjadinya fermentasi.
Mengenai cara fermentasi inilah yang diberikan pengetahuannya pada kelompok tani, bagaimana pengolahan kakao bisa efisien, baik dari sisi waktu maupun bahan fermentasi, tetapi kualitasnya tetap baik.

Menurut Tia, di proses fermentasi itulah ia memberikan pengetahuan kepada para petani di Poktan “Mekar Tani”, karena hal ini menyangkut kepada fermentasi yang menjadi konsentrasinya, sehingganya bisa efisien dan dapat meningkatkan pendapatan dari pengolahan kakao yang baik.
Pengabdian Masyarakat Mandiri yang dilakukan oleh Tia terhadap Poktan “Mekar Tani”, di samping memberikan teori juga langsung dengan prakteknya. Sehingganya para petani bisa mendapatkan pengetahuan yang utuh.
Adapun Poktan “Mekar Tani”, di samping mengusahakan tanaman kakao, juga tanaman lainnya, seperti; padi, jagung, dan bayam brazil.
(Ika)























