Pengurus Ikatan Alumni Ilmu Politik Fisip Unand Dikukuhkan

PADANG, forumsumbar —Pengurus Ikatan Alumni Ilmu Politik (IKA IP) Fisip Unand periode kedua resmi dibentuk, yang dinakhodai oleh Hardi Putra Wirman sebagai ketua umum, dan Nofal Wiska sebagai sekretaris umum.

Pengukuhan pengurus IKA IP Fisip Unand dilakukan oleh Ketua IKA Fisip Unand Khairul Ikhwan. “Kami berharap alumni Fisip Unand ini berada dalam satu saf, saling kolaborasi, dan saling membesarkan antar sesama,” ucap Khairul Ikhwan, dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fisip Unand Aidinil Zetra mengajak alumni untuk bersama membangun kampus. “Kami siap untuk mengajak alumni terlibat aktif dalam proses diskusi di kampus. Kami menyadari peran alumni sangat besar dalam memberikan masukan, untuk mempersiapkan calon lulusan beradaptasi dengan dunia kerja,” jelas Aidinil Zetra.

IKA IP Fisip Unand merupakan Ikatan Alumni resmi jurusan Ilmu Politik Fisip Unand. Saat ini lulusan sudah tersebar di berbagai bidang kerja, dan di banyak daerah, dalam dan luar negeri.

Gagas Pilkada Bermartabat

Seremonial pengukuhan yang digelar IKA IP ini, tidak hanya sekedar kumpul-kumpul biasa saja. Tetapi alumni juga menggagas diskusi publik dengan tema “Menggagas Pilkada Bermartabat dan Transparan”.

“Diskusi ini sengaja kami buat, agar acara ini punya manfaat bagi alumni dan bagi daerah. Misi kami ikut membangun peradaban politik yang bermartabat,” papar Ketua IKA IP Fisip Unand Hardi Putra Wirman.

Diskusi yang lebih mengangkat tentang bagaimana fakta dan praktek di lapangan terkait mencari suara dalam pemilihan itu, dibahas oleh narasumber Dedi Rahmanto Putra, Indah Adi Putri dan Nofal Wiska, serta dimoderatori oleh Ade Alifya.

“Pembiayaan politik adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam proses pemilihan, calon harus punya amunisi banyak, jika ingin terpilih,” kata Dedi Rahmanto Putra, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan.

Namun dalam diskusi tersebut, peserta yang terdiri dari alumni dan mahasiswa Ilmu Politik, sepakat masa depan politik Indonesia tidak selalu gelap. “Akan ada generasi generasi yang membangun perpolitikan yang bermartabat,” tutup narasumber Indah Adi Putri. (Rel/Fal)