
TAJIKISTAN, forumsumbar— Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Duta Besar RI untuk Republik Tajikistan dan Kazakhstan Fadjroel Rachman menghadiri Plenary Session pada 3rd High Level International Conference on the International Decade for Action “Water for Sustainable Development” 2018-2028 yang dilaksanakan di Dushanbe, Tajikistan, Selasa (11/6/2024).
Acara ini turut dihadiri oleh Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Air Republik Tajikistan Daler Juma.
Pada SDGs poin 6, akses air bersih dan sanitasi aman untuk semua harus dicapai pada 2030. Namun, berdasarkan laporan PBB 2022 akses untuk layanan air minum aman hanya 73% dari populasi global dan untuk sanitasi dasar hanya mencapai 57%.
Indonesia sendiri telah mencapai 92% layanan air minum dan 86% layanan sanitasi dasar pada tahun 2023. Meski begitu masih diperlukan banyak aksi agar tercapai target akses air bersih dan sanitasi aman pada 2030.
Pesan penting dan krusial yang harus diingat dari UN Water Conference bahwa air untuk kebaikan bersama, dan akses air minum dan sanitasi aman adalah hak manusia yang harus dipenuhi.

Menteri Basuki kemudian mengajak seluruh delegasi yang hadir untuk bersama-sama melakukan kolaborasi aksi nyata yang transformatif demi mencapai tujuan bersama untuk ketahanan air secara global. Dengan tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan, kesetaraan, dan keadilan sosial.
“Terima kasih atas seluruh dedikasi dan upaya untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan air. Kita harus berkomitmen untuk memanfaatkan keahlian, sumber daya, dan kemauan politik kolektif kita dalam mengkatalisasi perubahan yang berarti. Serta memajukan agenda air global yang sejalan dengan SDGs. Forum ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi pengalaman satu sama lain. Dan semoga dapat meningkatkan kolaborasi dan kerja sama antar negara dan institusi global,” tandas Menteri Basuki.
Dalam pertemuan ini, Menteri Basuki juga mengapresiasi Pemerintah Tajikistan atas penyelenggaraan Dushanbe Water Conference dan berterima kasih kepada mereka serta delegasi negara lain yang mendukung penyelenggaraan World Water Forum ke-10 pada 18-25 Mei 2014 lalu.
(Rel/pupr)























