JATENG, forumsumbar —Wakil Ketua Komisi IV DPD RI Novita mengapresiasi capaian PNBP Jawa Tengah. Hal itu dikemukakan saat rapat kerja dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Kanwil Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng, di Gedung Keuangan Negara Semarang, Selasa (3/12)
“Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jateng sudah sangat luar biasa, walaupun tadi Pak Gubernur bilang itu bukan merupakan rumus tapi harus ada kreativitas sendiri untuk menurunkan angka kemiskinan, jadi bukan semata mata PNBP besar maka angka kemiskinan turun,” ujarnya.
Novita merekomendasikan beberapa hal di antaranya PNBP masih akan menjadi atensi DPD RI meski telah ada landasan hukum UU no 9 tahun 2018. “Rekomendasi kami yang pertama di luar PNBP misalnya tentang SKT kita akan ikut memperjuangkan itu sesuai pesan Pak Gub, karena kita tau ada wacana terkait kenaikan cukai. Yang kedua tetap menjadi konsen tentang tata kelola PNBP meskipun telah ada landasan hukum UU No 9 tahun 2018,” paparnya.
Wakil Komite IV DPD RI yang juga senator asal Jateng Casitha A Kathmandu mengungkapkan, tujuan rapat kerja ini adalah untuk menggali informasi pengawasan UU no 9 tahun 2018 tentang PNBP di Jateng. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan dan penjelasan secara langsung terkait pelaksanaan UU no 9 tahun 2018 tentang PNBP,” jelasnya.

Lebih lanjut Casitha mengatakan, hasil dari Raker dengan Pemprov Jateng dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng ini akan dibuat rekomendasi kepada eksekutif. “Terkait dengan implementasi yang ada di daerah akan kami tindaklanjuti dengan mengeskalasi di tingkat pusat,” katanya.
PNBP di wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jateng sepanjang Januari- 2 Desember 2019 terus bertumbuh. Bahkan diproyeksikan capaian hingga tutup tahun nanti akan naik sekitar 3 persen.
Realisasi PNBP telah mencapai Rp5,25 triliun atau 131 % dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 atau sebesar Rp3,8 triliun. Hal tersebut dikemukakan Kakanwil DJPb Jateng, Sulaimansyah. “Ini masih dalam perjalanan nih baru posisi sampai November, nanti kalau sudah Desember, kita proyeksikan akan tumbuh atau lebih baik dari tahun 2018 hingga tutup tahun nanti,” katanya optimis.
Menurutnya, Jenis PNBP didominasi oleh pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), terutama dari Pendapatan Jasa Layanan Umum, yang nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun. “PNBP Jateng ini unik karena paling banyak disumbang oleh BLU sebesar 2,7 triliun. Ini ada 3 yakni pelayanan rumah sakit ada rumah sakit Kariadi, Ortopedi dan sebagainya , dan juga ada pelayanan BLU di pendidikan ada univeritas- universitas,” katanya.
Selain BLU, komponen pendapatan administrasi dan penegakan hukum juga menyumbang kedua terbesar dengan capaian sebesar Rp1 triliun. Disusul pendapatan kesehatan, perlindungan sosial, dan keagaman sebesar Rp32 miliar, Pendapatan Pendidikan, Budaya, Riset dan teknologi Rp305 miliar, dan pendapatan jasa transportasi, komunikasi dan informatika sebesar Rp107 miliar.
“Ke depan guna mengoptimalkan tata kelola PNBP, DJPb berupaya untuk terus memperbaiki penyetoran yang saat ini dapat lebih mudah melalui agen laku pandai, tokopedia, itu artinya ada dalam mempercepat realisasi,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendorong dengan capaian PNBP yang tinggi dapat diarahkan untuk menyejahterakan masyarakat. “Mungkin yang penting adalah melalui ini dapat digunakan untuk menyejahterakan masyarakat,” pesannya. (Rel)






















