
PADANG, forumsumbar — Universitas Andalas (Unand) kembali melahirkan doktor baru di bidang Kesehatan Masyarakat, dimana dr Ulya Uti Fasrini, MBiomed resmi meraih gelar Doktor (Dr) sebagai lulusan ke-123 Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Doktor, Fakultas Kedokteran Unand, setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Prediksi Skala Penuh Intelligence Quotient Anak Usia 6–8 Tahun pada Lima Kota/Kabupaten di Sumatra Barat.” dalam sidang promosi yang berlangsung, Kamis (30/7/2026) di Aula Dr M Syaaf, Fakultas Kedokteran Unand.
Disertasi ini meneliti bagaimana jika kecerdasan anak dapat dioptimalkan bahkan sebelum ia dilahirkan? Gagasan inilah yang menjadi dasar penelitian doktor dr Ulya Uti Fasrini, yang mengembangkan model berbasis kecerdasan buatan untuk membantu keluarga memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif anak sejak masa pra-konsepsi hingga usia sekolah.
dr Ulya Uti Fasrini dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Sidang promosi dipimpin oleh Dr dr Nelmi Silvia, Sp.Ok., MKK, FISCH, FISCM selaku Ketua Sidang, dengan promotor Prof dr Nur Indrawaty Lipoeto, MSc, PhD, Sp.GK(K) serta ko-promotor dr Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed., PhD., Sp.KKLP., Subsp.FOMC dan Dr dr Joserizal Serudji, Sp.OG., Subsp.KFM.
Tim penguji terdiri atas akademisi lintas disiplin dari bidang kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, kesehatan anak, psikologi, hingga rekayasa kecerdasan buatan, mencerminkan pendekatan multidisiplin yang menjadi kekuatan penelitian ini.
Menggeser Paradigma dari Deteksi Risiko ke Optimalisasi Potensi
Disertasi dr Ulya menawarkan pendekatan baru dalam penelitian perkembangan anak melalui pemanfaatan Machine Learning dan Explainable Artificial Intelligence (AI) untuk membangun model prediksi kapasitas kognitif anak usia 6–8 tahun.
Penelitian ini mengintegrasikan berbagai determinan yang bekerja sepanjang Continuum of Care, mulai dari kondisi ibu sebelum kehamilan, nutrisi selama kehamilan, kualitas pengasuhan, hingga status gizi dan pertumbuhan anak.
Menggunakan data longitudinal dari 120 pasangan ibu dan anak di lima kota/kabupaten di Sumatra Barat, penelitian ini mengidentifikasi bahwa perkembangan kognitif merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling memengaruhi sejak awal kehidupan.
Model terbaik yang dikembangkan, yaitu Ridge Regression, mampu menjelaskan 57,82% variasi kapasitas kognitif anak (Full Scale Intelligence Quotient/FSIQ), sekaligus menunjukkan faktor-faktor yang paling berkontribusi terhadap hasil tersebut melalui pendekatan Explainable AI (SHAP).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa investasi pada kesehatan ibu sejak masa pra-konsepsi, pemenuhan gizi selama kehamilan, pertumbuhan anak yang optimal, serta pengasuhan yang hangat dan responsif merupakan fondasi penting dalam membangun kapasitas kognitif anak.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai jauh sebelum anak memasuki usia sekolah.

Menuju Inovasi Digital ULYA
Lebih dari sekadar menghasilkan model prediksi, penelitian ini menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan ULYA (Utamakan Langkah Optimalisasi Generasi Hebat Berdaya), sebuah konsep aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendampingi keluarga sejak masa pra-konsepsi hingga anak berusia delapan tahun.
ULYA dirancang sebagai sistem pendukung keputusan yang membantu keluarga memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan anak, memantau pertumbuhan secara longitudinal, serta menyediakan edukasi dan rekomendasi promotif yang dipersonalisasi berdasarkan karakteristik ibu dan anak.
Fokus utama aplikasi ini bukan untuk memberikan diagnosis ataupun sekadar mendeteksi risiko, melainkan membantu setiap keluarga mengoptimalkan potensi tumbuh kembang dan kapasitas kognitif anak melalui interaksi yang lebih berkualitas antara orang tua dan anak.
Dalam sesi diskusi ilmiah, para penguji memberikan apresiasi terhadap arah pengembangan penelitian ini dan menilai bahwa konsep ULYA memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai inovasi yang dapat menjembatani hasil riset dengan implementasi di masyarakat. Harapan tersebut menjadi dorongan agar penelitian ini tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi solusi yang bermanfaat bagi keluarga Indonesia.
Pernyataan Promovenda
“Saya meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang secara optimal apabila memperoleh dukungan yang tepat sejak awal kehidupan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, data, dan kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan bukan untuk memberi label pada anak, melainkan untuk membantu orang tua memahami apa yang dapat dioptimalkan,” ujar Promovenda.
“Harapan saya, hasil penelitian ini menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi yang mendampingi keluarga Indonesia dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sejak masa pra-konsepsi,” tambahnya.
Melalui penelitian ini, Unand kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki potensi hilirisasi menjadi inovasi yang menjawab tantangan pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
(R/PRD)






















