
PADANG PARIAMAN, forumsumbar— Ada kisah heroik ulama atau Labay di Toboh Kabupaten Padang Pariaman terus melegenda hingga kini, meski kejadian waktu Indonesia dijajah Belanda tetap saja viral di Toboh hingga kini.
Inyiak Labay Gami wafat tahun 1952, kisah heroik diakui, kekuatan spiritualnya dan doanya diakui bisa membuka pintu langit.
“Waktu Belanda mau masuk Toboh, dikasih tahu sama dunsanak kami waktu itu kepada Inyiak Labai Gami. Dengan doa dan mengibaskan kain basahannya, Belanda akhirnya tidak bisa menembus Toboh, padahal jalan dilewati tidak diberi penghalang apa pun,” ujar Mak Bacin, cucu Inyiak Labay Gami, Selasa (16/1/2024).
Tak itu saja, konon saat salat di surau, datang tentara pakai senapan, semua jemaah sudah kabur, Inyiak Labay Gami bertahan menyelesaikan salatnya, ketika salam dia membacakan lafas doa keras-keras.
“Cerita dari mamak ambo itu, senapan jatuh dan semua pasukan tegak tak bergerak seperti kena hipnotis,” ujar Mak Bacin lagi.
Selain itu, menurut Rajo Toboh Mak Tami kepada Adrian Tuswandi, ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) dan owner beberapa media online, Labay Gami adalah sosok penjaga Toboh.
Dari cerita yang melegenda di sini, Inyiak Labay Gami itu memang sakti.
“Beliau membelah bambu dengan tangan saja, mencabut pinang dengan kaki, selain itu prinsipnya tidak mau membunuh binatang sekalipun binatang buas,” ujar Mak Rajo Tami.
Kini, saksi bisu sosok spiritual dengan kekuatan doa yang dahsyat itu tinggal makam.
“Gobah atau makam ini tidak representatif. Sebagai anak cucu dari Inyiak Labai Gami tentu kami berharap makam ini bisa representatif dan menjadi tempat wisata ziarah bagi masyarakat Islam, khususnya anak nagari Toboh dan Ketaping,” ujar Mak Bacin.
Sehingga itu Mak Bacin berharap, kisah heroik dan keulamaannya menjadi narasi yang ada di sekitar Gobah ini.
“Inyiak Labay Gami ini sebenarnya seperguruan dan masih ada hubungan keakraban dengan Syeikh Burhanuddin yang terkenal dengan Basafa di Ulakan,” ujar Mak Bacin didampingi Rajo Ulakan usai membersihkan semak di Makam Inyiak Labay Gami.
(Rel/adr)























