
TANAH DATAR, forumsumbar—Anggota DPR RI Hj Nevi Zuairina berkesempatan menghadiri Pertemuan Diaspora Minang dan Bundo Kanduang se-Dunia di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, dengan tajuk; “Peranan dan Sumbangan Padusi Minangkabau di Ranah dan di Rantau Terhadap Sumatera Barat”.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Minang, baik dari ranah maupun yang di rantau (diaspora).
Dalam suasana yang penuh kebersamaan, pertemuan ini bertujuan untuk menggali peran dan sumbangan perempuan Minangkabau dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama di tengah perubahan zaman.
Nevi Zuairina, yang ikut memberikan sambutan, mengapresiasi inisiatif pertemuan diaspora ini sebagai wadah penting untuk memperkuat identitas dan kebersamaan perantau Minang di seluruh dunia.
Nevi menekankan bahwa nilai-nilai adat dan agama yang kuat merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan masyarakat Minangkabau, baik di ranah maupun di rantau.
“Pertemuan ini juga menyoroti peran istimewa yang dimiliki perempuan Minangkabau, terutama yang disimbolkan oleh Bundo Kanduang,” ujar Nevi melalui keterangan persnya, Minggu (10/12/2023).
Nevi Zuairina menyoroti keistimewaan perempuan Minangkabau dalam menjaga rumah gadang, harta pusaka, dan menjadi lambang bagi kaumnya.
Ia menekankan bahwa perempuan Minangkabau bukan sembarangan, melainkan memiliki kedudukan tinggi dengan tanggung jawab besar dalam memelihara adat dan budaya.
Selain itu, Nevi Zuairina juga membahas tantangan yang dihadapi oleh perempuan Minangkabau dalam menghadapi kemajuan zaman dan arus globalisasi. Dalam konteks ini, peran bundo kanduang sebagai penjaga adat dan budaya menjadi semakin penting.
Anggota Komisi VI DPR RI tersebut mengajak para hadirin untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama, khususnya dalam pembinaan generasi muda Minang.
Politisi perempuan PKS ini menyoroti kontribusi perempuan Minangkabau dalam berbagai sektor, termasuk politik, pengusaha, seni budaya, dan lain sebagainya.
Ia mengajak perempuan Minangkabau untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengambil peran strategis di berbagai bidang, tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu di keluarga.

Pertemuan Diaspora Minang dan Bundo Kanduang Minang se-Dunia menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan menjaga warisan budaya Minangkabau.
Dengan semangat kebersamaan, lanjutnya, diharapkan peran perempuan Minangkabau, terutama Bundo Kanduang, dapat terus memberikan sumbangan positif dalam membangun Sumbar yang berbudaya, bermoral, dan berwibawa.
Nevi berharap, semoga kesan dan pesan dari pertemuan ini dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Minangkabau dan Indonesia pada umumnya.
“Pertemuan ini juga semoga menjadi inspirasi bagi generasi masa depan agar terus teguh memegang prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Dan tercipta tatanan kehidupan masyarakat minangkabau yang beradat, bermoral, berwibawa, dan terhormat,” tutup Nevi.
(Rel/nzcenter)























