
TANAH DATAR, forumsumbar — Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar melaksanakan Musrenbang di gedung serbaguna nagari setempat, Rabu (4/10/2023).
Wali Nagari Koto Tuo Yusri menyampaikan bahwa Musrenbang nagari untuk penyampaian RKP 2024 dan DU RKP tahun 2025. Anggaran Pendapatan Belanja Nagari (APBNag) Koto Tuo 2022 totalnya sebesar Rp1,8 miliar lebih, sisa atau Silpa Rp472 juta dan realisasi Rp1.3 miliar.
Sumber APBNag tersebut yaitu dari PAN, dana desa, ADN, DAK kab, prov, DBH, jasa giro dan dari Silpa.
Sedangkan APBNag Koto Tua pada tahun 2023 berjumlah Rp1,4 miliar, di antaranya telah direalisasikan untuk pembangunan fisik gedung serbaguna, rehab rumah tidak layak huni, lanjutan pembukaan dan pengamanan jalan, drainase, trotoar dan pembangunan fisik lainnya.
Kemudian mitigasi bencana, bantuan peternakan untuk masyarakat. Realisasi lainnya pada bidang pemerintahan dan sosial budaya.
Bidang ekonomi di antaranya pengadaan bibit kopi dan gerakan penanaman kopi, bantuan keluarga miskin dan lainnya.
Terkait akan berakhirnya jabatan dirinya sebagai wali nagari pada November mendatang, Yusri berharap kepada masyarakat untuk sama-sama mendukung wali nagari yang baru.
“Wali yang baru, agar merangkum semua komponen yang ada di nagari untuk sama-sama membangun Nagari Koto Tuo ke depan,” katanya.
Yusri juga menyebutkan, Koto Tuo merupakan kampung kopi sejak dulu. “60 persen penduduk nagari Koto Tuo berusaha kopi, ini usaha turun-temurun dari nenek-moyang kami. Kini produksi mencapai 20 ton perminggu dan di pasarkan hingga ke berbagai provinsi lain termasuk ke perbatasan negara Malaysia,” katanya.
Kendala saat ini, lanjutnya, tidak tercukupinya bahan baku kopi tersebut dari daerah itu sehingga mesti mendatangkan dari luar daerah.
Senada dengan itu, Sekretaris Camat Sungai Tarab Sri Handayani juga mengatakan, Musrenbang terlaksana sebagai bentuk kepedulian semua unsur dan masyarakat nagari, juga sebagai acuan pembangunan di nagari ke depan.
“Kita juga telah sukses melakukan pilwana, semoga wali nagari yang baru bisa melanjutkan berbagai program pembangunan nagari. Musrenbang ini merupakan lanjutan usulan kegiatan yang telah diusulkan dalam Musnag. Ada beberapa kegiatan yang disampaikan wali nagari, agar bisa dilaksanakan,” kata Sekcam.
Sementara, penggiat usaha kopi, Yapelmi Talpen juga mengatakan bahwa Koto Tuo telah lama dikenal sebagai nagari kopi karena usaha masyarakatnya yang umumnya membuat kopi bubuk dan dipasarkan ke berbagai daerah.
“Saya sendiri sudah menggeluti usaha kopi dengan merk ‘Rasa Nikmat Tango’ ini selama 20 tahun, di sini kopinya jenis robusta,” katanya.
Mengenai harga jual kopi Koto Tuo, lanjutnya, bervariasi tergantung kualitas, ada olahan kopi murni dan juga ada campuran bahan baku lain, dengan harga jual kopi lubuk dari Rp70 ribu hingga sekitar Rp100 ribu perkilogramnya. Sedangkan harga bahan baku kopi mentah yaitu Rp42 ribu perkilogram.
Untuk produksi, sudah tidak tradisional lagi tetapi telah menggunakan mesin penggiling.
(FM)























