
PASAMAN BARAT, forumsumbar — Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se-Pasaman Barat, mulai Senin (8/5/2023), mengikuti Asesmen Madrasah Berbasis Komputer (AMBK) di setiap madrasah negeri se-Pasaman Barat.
Pasaman Barat memiliki 7 madrasah tingkat tsanawiyah negeri. MTsN 1 Pasaman Barat berada di Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas, MTsN 2 di Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang, MTsN 3 di Langgam Kecamatan Kinali.
MTsN 4 Pasaman Barat di Simpang Empat Kecamatan Pasaman, MTsN 5 di Pematang Sontang Kecamatan Sungai Aur, MTsN 6 di Air Balam Kecamatan Parit Koto Balingka, dan MTsN 7 Pasaman Barat berada di Seberang Kenaikan Kecamatan Gunung Tuleh.
Plt Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Rali Tasman, di ruang kerjanya, Simpang Empat, Senin siang, menjelaskan, sesuai kalender pendidikan di lingkungan Kementerian Agama RI, seperti di Pasaman Barat, AMBK bagi siswa kelas IX tahun pelajaran 2022-2023 dimulai hari Senin, 8 Mei 2023 ini.
Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, mengeluarkan Prosedur Operasional Standar (POS) Asesmen Madrasah Nomor 901 Tahun 2023 tentang Standar Operasional Prosedur Asesmen Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023 sebagai dasar bagi madrasah seluruh Indonesia, baik jenjang MI, MTs maupun MA melaksanakan asesmen bagi siswa kelas akhir.
Dalam surat keputusan tersebut, terang Rali Tasman, dijelaskan Asesmen Madrasah bertujuan adalah sarana untuk mengetahui hasil pencapaian belajar para siswa di akhir jenjang pendidikan yang mereka ikuti, sesuai standar kompetensi lulusan (SKL) ditetapkan.
Kepala MTsN 1 Pasaman Barat Yeddawati, dan Kepala MTsN 6 Pasaman Barat Arispan secara terpisah menyampaikan, mulai Senin ini, setiap siswa kelas akhir tingkat MTsN, seperti di Pasaman Barat, mengikuti AMBK di lokal yang ditentukan di MTSN masing-masing.
“Sesuai POS yang berlaku kami menghadirkan tipe soal yang bervariasi, diharapkan peserta didik kelas IX mempunyai kemampuan literasi, kemampuan nalar serta menganalisis informasi kemudian memecahkan permasalahan dengan logika,” kata Yeddawati, dan Arispan.
(gmz)























