
PASAMAN BARAT, forumsumbar — Guna meningkatkan kreativitas dan upaya peningkatan usaha produktif. pengurus DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, mulai Mei 2023 depan, membuka lapak DWP Unit Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat di Simpang Empat.
Rencana pembuatan lapak DWP bukan sekadar agar program kerja organisasi berjalan, seperti yang diharapkan. Usaha laju produktivitas sekaligus pengembangan usaha kerajinan rumah tangga bagi warga DWP, juga akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi warga DWP unit dan sub unit se Pasaman Barat.
Hal ini disampaikan Ketua DWP Unit Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Ny Yessy Muhammad Nur, pada pertemuan unsur pengurus dan anggota DWP unit dan sub unit di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Selasa (21/3/2023).
Pertemuan DWP di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat di aula kantor itu, Simpang Empat, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, selalu pembina DWP, Kasubbag Tata Usaha Sufrinas, para Kasi, Penyelenggara Zakat Wakaf Asriwan, Pranata Humas, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan kepala madrasah negeri se Pasaman Barat.
Lanjut Ketua DWP Yessy, sesuai perkembangan zaman, kemajuan arus teknologi dan informasi, serta eksistensi DWP, seperti di Pasaman Barat, harus diperkuat dengan berbagai program dan peningkatan usaha produktif, sehingga apa saja program yang akan dilaksanakan, berjalan maksimal.
Diuraikan Yessy, lapak DWP yang akan dikelola selanjutnya untuk dikembangkan ke depan, bukan saja usaha makanan dan minuman, seperti aneka kue, kripik dan beberapa jenis atau merk minuman. Jenis usaha produktif yang dikelola dan dipasarkan lapak DWP, termasuk berbentuk anyaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, selaku pembina DWP Pasaman Barat, menyampaikan bahwa sebagai wadah bagi istri pegawai negeri atau ASN (Aparatur Sipil Negara), DWP diproyeksikan sebagai organisasi yang mendukung pelaksanaan tugas para suami, dalam rangka meningkatkan kinerja di tempat tugas masing-masing.
Lebih dari itu, ingatnya, mereka juga sering melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi kelompok masyarakat yang kadang dipandang sebelah mata. DWP juga berperan melaksanakan kegiatan sosial, yang tidak hanya ditujukan kepada pegawai, tapi berhubungan langsung dengan masyarakat. Di tangan Dharma Wanita, citra positif ASN dapat terus ditingkatkan.
Dharma wanita, ingatnya, jadi penyambung lidah keluhan masyarakat, sekaligus juru bicara informal pemerintah. Anggota DWP diminta untuk mau mendengar keluhan-keluhan masyarakat yang dipandang penting dan perlu untuk ditindaklanjuti.
Keluhan itu, ulasnya lagi, bisa disampaikan kepada para suami, agar dapat menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan. Anggota DWP diharapkan membantu peran suami sebagai abdi negara, sebagai juru bicara pemerintah yang informal. Sehingga, informasi yang diperoleh masyarakat merupakan informasi terpercaya dan jelas, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(gmz)























