
PADANG, forumsumbar —Kancah nasional bukan lapangan baru bagi Asnawi Bahar, SE, MSi yang pernah 2 periode menjadi Ketua Umum DPP ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) pada tahun 2011-2019.
ASITA yang mewadahi agen perjalanan wisata di Indonesia didirikan pada tahun 1971 yang bertujuan untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan peran para anggotanya sebagai pelaku utama pariwisata nasional yang berdaya saing global.
Sebelumnya, tamatan Fakultas Ekonomi dan Pascasarjana Universitas Bung Hatta ini pernah memimpin KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Sumbar selama 2 periode pada kurun waktu 2005-2016. Dan juga, saat mudanya setamat kuliah Asnawi Bahar bergelimang dengan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), dan pernah menjadi Ketua HIPMI Sumbar periode 1992-1996.
Adapun putra Padang kelahiran 1961 ini, ternyata semenjak kuliah sudah menjadi entrepreneur (wirausaha). Jadi kalau soal ekonomi dihadapkan kepadanya, khususnya pariwisata, ia sudah khatam. Apalagi mengenai ekonomi Sumbar, A-Z nya Asnawi Bahar sudah menguasai secara kaffah.

Atas kiprahnya di bidang ekonomi tersebut, berbagai penghargaan sudah banyak didapatkannya, baik tingkat daerah, nasional maupun regional. Di antaranya penghargaan dalam kerjasama Subregional IMT-GT (Indonesia, Malaysia dan Thailand-Growth Triangle).
Kerjasama IMT-GT ditetapkan pada tahun 1993 sebagai bentuk kerjasama subregional untuk peningkatan ekonomi kawasan di ketiga negara di Asia Tenggara, meliputi kawasan Sumatera (Indonesia), semenanjung Malaysia (Malaysia), serta sebagian wilayah selatan Thailand.

Terjun ke Politik
Sebagai pengusaha sukses dengan bendera PT Berkahindo Sukses Nagari, Asnawi Bahar kemudian terjun ke politik dengan ikut sebagai Calon Walikota Padang dari jalur independen (non partai politik) pada Pilkada Padang 2013.
Saat pilkada tersebut ada 10 pasangan calon yang berebut suara masyarakat Padang, 7 dari jalur independen dan 3 diusung gabungan partai politik. Salah satu dari 7 yang independen itu adalah Asnawi Bahar yang berpasangan dengan Surya Budhi.
Pada Pilkada Padang 2013 itu, Asnawi Bahar memperoleh suara 12.626 (4,03%), dan pemenangnya inkumben Mahyeldi yang berpasangan dengan Emzalmi, setelah mengalahkan pasangan Desri Ayunda-James Hellyward pada putaran ke-2.
Kemudian pada Pemilu 2019 lalu, Asnawi Bahar maju dari jalur perseorangan (independen) sebagai Calon DPD RI Dapil Sumbar, dan berada pada urutan 10 (dari 22 calon) dengan perolehan suara sebanyak 88.117. Sementara yang lolos ke Senayan urutan 1 sampai 4, yakni Emma Yohana, Muslim M Yatim, Alirman Sori dan Leonardy Harmainy.
Dua tahun ke belakang, Asnawi Bahar masuk partai politik dan menjadi Wakil Ketua DPW PAN Sumbar. Namanya sempat masuk dalam empat orang yang diusulkan PAN Sumbar menjadi PAW Wakil Walikota Padang bersama kader PAN lainnya, Ekos Albar, Dody Delvi dan Amril Amin. Akhirnya yang ditunjuk DPP PAN, Ekos Albar.

Maju DPR RI
Pada Pemilu 2024 mendatang, Asnawi Bahar berencana maju menjadi Calon Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumbar 1 dari PAN. Hal ini bukan ujug-ujug, karena dengan pengalamannya dalam kontestasi politik selama ini, baik di Pilkada Padang maupun jadi Calon DPD RI, apalagi sekarang sudah menjadi pengurus PAN Sumbar, merupakan modal dasar baginya untuk maju ke DPR RI.
Kemudian Ucok Nawi, demikian panggilan akrab mantan Ketua KNPI Sumbar ini disapa, memiliki pergaulan yang luas semenjak masih sekolah di SMP Frater, SMA Don Bosco Padang, serta saat kuliah di Universitas Bung Hatta Padang.
Menantu mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin ini kiprahnya di organisasi, baik profesi, kepemudaan maupun kemasyarakatan, sangat lah menonjol. Selain di ASITA, KADIN, HIPMI dan KNPI, Asnawi Bahar juga aktif berorganisasi di Organda Sumbar dan banyak lainnya.
Sekira setengah dari suara yang didapatkan Asnawi Bahar saat jadi Calon DPD RI Dapil Sumbar di Pemilu 2019 lalu (88.117 suara), didapatkannya saat Pemilu 2024 mendatang, maka Asnawi Bahar berpeluang besar untuk berkantor di Senayan menjadi Anggota DPR RI.
Begitu juga sekiranya civitas akademika Universitas Bung Hatta, mulai dari dosen, karyawan, serta puluhan ribu mahasiswa dan alumni, memberikan suaranya ke Asnawi Bahar, maka akan menorehkan sejarah ketika ada alumni Universitas Bung Hatta yang menjadi Anggota DPR RI.

Panggilan Membangun Sumbar
Keinginan Asnawi Bahar untuk terjun ke politik, khususnya maju ke DPR RI saat ini, adalah sebuah panggilan untuk membangun Sumbar. Baginya untuk urusan pribadi, dengan usaha yang telah dirintisnya sejak lama dan terus berkembang, telah membuatnya secara materi berkecukupan.
Dengan umur yang sudah melewati 60 tahun, panggilan membangun Sumbar ini adalah sebagai lahan pengabdian dan amal bagi Asnawi Bahar, untuk membagi pengalaman panjangnya di bidang ekonomi, khususnya pariwisata.
Menurut Asnawi Bahar dalam membangun Sumbar tidak bisa dilepaskan dari sektor pariwisata, karena itulah yang menjadi andalan utama, di samping sektor pertanian, perkebunan, serta kelautan dan perikanan.
Makanya perlu pembangunan infrastruktur kepariwisataan, apakah itu sarana dan prasarana, termasuk sumber daya manusia (SDM)-nya, agar pariwisata Sumbar itu tidak itu ke itu saja, atau jalan di tempat.

Mengandalkan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) rasanya tidak akan maksimal, makanya perlu upaya yang bisa membawa dana-dana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) ke Sumbar, serta menarik investor. Dan ini memerlukan kiat dan orang-orang yang sudah berpengalaman, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Asnawi Bahar yakin dengan pengalaman dan jaringan yang ia punya, khususnya di tingkat nasional, sekiranya masyarakat Sumbar memberinya amanah duduk menjadi Anggota DPR RI, maka akan menambah daya dobraknya untuk meyakinkan pemerintah, apakah itu Kementerian maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta stakeholder kepariwisataan lainnya, untuk mengembangkan pariwisata Sumbar.
Bukan pariwisata semata, sektor pertanian, perkebunan serta kelautan dan perikanan perlu mendapat perhatian pula. Begitu juga dengan pembangunan masyarakat Sumbar lainnya, pemberdayaan terhadap pemuda dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) akan selalu menjadi prioritas perjuangannya.
Yang perlu digaris bawahi di sini, pokoknya masalah bagaimana meningkatkan perekonomian Sumbar, dengan pengalaman panjang Asnawi Bahar selama ini di bidang ekonomi, apalagi sekiranya menjadi Anggota DPR RI, tentunya perjuangan Asnawi Bahar nantinya akan sangat bermanfaat bagi pembangunan Sumbar.
(Isa/Agusmardi)























