
JAKARTA, forumsumbar — Anggota Komisi VI DPR RI-FPKS Hj Nevi Zuairina melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membahas evaluasi pencapaian kinerja BUMN tahun 2022 dan rencana aksi pembinaan BUMN tahun 2023.
Pada kesempatan itu, Nevi meminta agar ke depan perusahaan plat merah (BUMN) tidak bergantung dengan penyertaan modal negara (PMN).
Ketika BUMN masih menerima suntikan dari PMN, politisi PKS ini meminta agar BUMN dapat mengontrol penggunaan dana PMN yang diberikan sehingga dana yang diberikan tersebut dapat digunakan sesuai peruntukkannya.
“Ke depannya, BUMN harus mampu kuat dengan kemampuannya, sehingga tidak perlu ditopang oleh PMN. Ini penting dari segala hal, baik dari sisi keuangan negara maupun dari kesehatan perusahaan. Di sisi lain negara dapat fokus mengelola anggaran untuk kesejahteraan, di lain pihak dengan BUMN mampu tegak tanpa PMN menunjukkan kekuatan perusahaan sebagai korporasi,” tutur Nevi, melalui keterangan persnya, Kamis (8/12/2022).
Legislator asal Sumatera Barat II ini juga mengapresiasi kinerja Kementerian BUMN yang telah berhasil membuat vaksin booster IndoVac (vaksin buatan BUMN Indonesia) dalam rangka mengurangi ketergantungan impor dan diharapkan vaksin IndoVac ini tidak hanya dapat memenuhi pasokan kebutuhan nasional, tetapi juga bisa ekspor ke negara lain.
Nevi mengharapkan, agar kreativitas BUMN seperti keberhasilan membuat booster IndoVac juga diikuti dengan kreativitas-kreativitas lainnya.
Ia menggambarkan, agar inovasi dan pengembangan terus digalakkan seperti pengembangan ekonomi kreatif guna mendukung UMKM dan kebudayaan daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi dengan memanfaatkan aset BUMN yang belum optimal.
“Saya menaruh harapan besar kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN agar berkontribusi mendorong penciptaan lebih dari 45 juta lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Pascapandemi ini telah banyak mengguncang sebagian besar sektor, baik pada usaha mikro hingga besar. Begitu besar penduduk yang mengalami PHK mesti ada salurannya sehingga daya beli masyarakat dapat kembali pulih untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi,” tutup Nevi Zuairina.
(Rel/nzcenter)























