PADANG, forumsumbar —Walaupun Sabtu (26/10) malam di kawasan GOR H. Agus Salim Rimbo Kaluang Padang turun hujan, tapi acara Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) tetap berlangsung dengan khidmat, dengan penampilan ciamik dari grup-grup musik lokal maupun mancanegara yang bertema etnik.
Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa yang hadir di malam kedua PIOMFest itu, ikut main menggebuk drum bersama grup musik Krontjong Toegoe dari Jakarta. Hendri Septa berhasil menjadi bintang dan mendapat aplaus dari penonton yang kebanyakan mahasiswa dari ASKI Padang Panjang, UNP dan kampus lainnya, serta masyarakat umum.
Krontjong Toegoe feat Hendri Septa yang merupakan penampil terakhir, memulai dengan lagu Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki. Alunan irama keroncong dari lagu legendaris itu membuat suasana yang diiringi hujan renyai itu menjadi syahdu.

Sebelumnya panggung segitiga PIOMFest telah menyuguhkan lagu-lagu etnik bernuansa islami yang penuh dengan tabuhan gendang dari grup musik Rentak Gading Bengkulu, kemudian disusul penampilan grup musik Capangas dari Jerman yang mengusung irama etnik samba.

Pada malam kedua PIOMFest itu ikut juga tampil grup musik Jumaidil Project dengan sampelong-nya, yang merupakan kumpulan pemusik dari alumni ASKI Padang Panjang, kemudian grup musik dari Spanyol, Rodrigo Parejo yang memainkan musik klasik-etnik daratan Eropa.

Mengenai penampilan Wawako Padang Hendri Septa bersama grup musik Krontjong Toegoe, ternyata menggebuk drum sudah dilakoninya sejak zaman sekolah di SMAN 2 Padang. “Iven ini sudah menjadi agenda tetap Pemko Padang, mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya bisa digelar di Pantai Padang, sekitar Danau Cimpago,” ujar Hendri sebelum tampil kepada forumsumbar.com.

PIOMFest 2019 yang digelar Pemko Padang merupakan tindak lanjut dari pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) atau Asosiasi Negara Pesisir Samudra India. Tahun sebelumnya diadakan di satu tempat, yakni di kawasan wisata Siti Nurbaya, sekarang 2019 di dua tempat yakni di pelataran GOR H. Agus Salim dan penutupan di klenteng lama Kawasan Pondok.
Pada PIOMFest 2019 kali ini, masyarakat Kota Padang menikmati pementasan musik etnik dari lima negara, yakni Indonesia, Jerman, Spanyol, Jepang dan Singapura. “Dengan adanya PIOMFest, telah menambah iven budaya, khususnya musik etnik berkelas dunia di Kota Padang. Mudah-mudahan bisa mengangkat dunia pariwisata Kota Padang, ke depannya,” ujar wawako milenial itu. (Isa)























