PASAMAN, forumsumbar —Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya menyatakan akan menjatuhkan sanksi yang tegas bagi anggotanya yang terbukti terlibat dalam kejahatan narkoba. ”Bila ada di antara anggota Mapolres Pasaman terlibat kejahatan narkoba, saya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas,” katanya.
Langkah itu, menurut AKBP Hendri, bagian dari upaya pihaknya berperang
terhadap kejahatan narkoba. ”Hal ini merupakan perintah langsung dari Kapolri dan Kapolda Sumbar,” ujar AKBP Hendri di Lubuk Sikaping, Jumat (18/10).
Makanya, menurut AKBP Hendri, bila ada petugas di jajaran Mapolres Pasaman terlibat kejahatan narkoba, baik sebagai pengedar atau pun pengguna, maka yang bersangkutan dianggap sebagai pengkhianat oleh pimpinan di tubuh Polri. ”Mereka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambahnya.
Masih soal narkoba, menurut AKBP Hendri, karena Kabupaten Pasaman berbatasan langsung dengan Mandahiling Natal di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau, jenis narkoba yang banyak beredar di daerah ini adalah ganja. “Kami akan melakukan upaya-upaya penyelidikan mendalam sehingga peredaran narkoba bisa ditekan sedemikian rupa,” katanya, dan akan bekerja sama dengan BNN untuk memerangi narkoba di Pasaman.
Selain narkoba, menurut AKBP Hendri yang baru sekitar 10 hari menjabat
sebagai Kapolres Pasaman, pihaknya juga menyatakan ‘perang’ terhadap sejumlah jenis pekat (penyakit masyarakat) lainnya, seperti miras dan judi. ”Yang kita lihat adalah aspek-aspek hukumnya.” AKBP Hendri mencontohkan berjudi, yang pelakunya dikhawatirkan akan terpengaruh untuk melakukan tindakan-tindakan melawan hukum.
”Proses hukumnya tentu ke pasal 303 KUHP. Baik pelaku dan yang
menyediakan tempat, dengan menggunakan uang, atau permainannya yang sifatnya untung-untungan, yang dapat kami lakukan penindakan dan ditemukan barang bukti, ini akan kita amankan,” tandasnya.
Prioritaskan Kamtimbas
Menyebut kondisi kamtibmas di wilayah hukum Mapolres Pasaman relatif kondusif, AKBP Hendri menerangkan bahwa dalam penanganan sejumlah kejahatan konvensional di Pasaman, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah upaya pencegahan. ”Ini yang kita kedepankan, yaitu melakukan upaya-upaya preventif, terutama menghadapi sejumlah kejahatan yang bersifat konvensional,” katanya.
Program yang digagas AKBP Hendri di wilayah hukum mapolres yang ia pimpin antara lain dengan menggelar kegiatan safari, baik Safari Subuh, Safari
Ashar, Safari Maghrib, Safari Jumat, dan lainnya. ”Kapan pun ada waktu luang, kami sempatkan bertatap muka langsung dengan masyarakat di tempat-tempat peribadatan,” terangnya.
“Karena di tempat ibadahlah itu masyarakat berkumpul. Tidak susah
mengumpulkan masyarakat di suatu tempat peribadatan tertentu, baik tempat
peribadatan umat Islam, Kristen, dan lainnya,” terangnya, dimana momen ini merupakan kesempatan bagi pihaknya untuk mencegah terjadinya sejumlah kejahatan konvensional di tengah masyarakat.
Karena Pasaman dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suku lantaran
komposisi masyarakatnya yang berasal dari suku bangsa, agama, ras, dan
lainnya yang berbeda, menurut AKBP Hendri, dirasa perlu untuk menyatukan persepsi di tengah masyarakat.
Antara lain, menurutnya, dengan keberagaman bisa melakukan hal-hal yang positif, dan dengan keberagaman menyatukan
langkah untuk menuju kemajuan. ”Jangan karena keberagaman masyarakat
bercerai-berai,” ungkapnya.
Kapolres AKBP Hendri bersyukur dalam upaya menjalankan misi menjaga
kamtimbas di Pasaman, ia mendapat dukungan yang lebih dari cukup dari kalangan tokoh masyarakat. Dicontohkan AKBP Hendri, belum lama ini pihaknya mengundang sejumlah mubaligh dan dai. ”Mereka merespon sekali apa-apa yang menjadi misi kami dalam upaya menjaga kamtibmas di Pasaman,” katanya.
Sehingga dibuatkan WAG sebagai wadah untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi demi terciptanya kamtibmas yang aman dan terkendali di Pasaman. “Kami dalam menjalankan tugas dan ditempatkan dimana pun akan selalu siap menjalankan tugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas AKBP Hendri. (Zul)























