PADANG, forumsumbar —Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh terancam stagnan. Pasalnya tidak terjadi pertumbuhan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di kawasan itu karena penguasaan lahan oleh orang-orang kaya tapi tidak membangunnya.
“Kawasan Wisata Mandeh itu sudah dikapling-kapling, tapi tidak ada yang membangunnya,” ujar praktisi pariwisata Sumbar Zuhrizul saat berbicara di acara diskusi WhatsApp Grup (WAG) TOP100, Minggu (29/9) di Hotel Pangeran Beach, Padang.
Mereka membeli tanah, tapi dibiarkan saja. Biasanya, sebut Zuhrizul, mereka menunggu sampai tingginya harga tanah, baru dilepas. “Kalau tidak ada pertumbuhan baru, maka konsekuensinya ya begini-begini sajalah pariwisata kita (di Sumbar),” pungkasnya.
Untuk lebih menggeliatnya Kawasan Wisata Mandeh, ungkap pemilik Lawang Park itu, harus ada pertumbuhan baru di Mandeh. Apakah itu dibangun sendiri di lahan yang dikuasai, atau dikerja samakan dengan masyarakat lokal dengan masuknya investor. “Sehingganya pertambahan sarana pariwisata semakin banyak,” ujar Zuhrizul.
Kemudian permasalahan ketidak nyamanan wisatawan di tempat-tempat wisata juga menjadi perhatian Zuhrizul. Disampaikan, masih banyak terjadi pemalakan, saat diminta biaya masuk ke tempat wisata maupun uang parkir kendaraan.
“Orang Minang itu sangat santun, tapi sekarang sudah terjadi pergeseran. Sikap santun itu kadang sudah hilang, sehingga pemalakan dan perbuatan negatif lainnya terhadap wisatawan sering terjadi,” tutup Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar itu, yang akan mengadakan kejuaraan dunia arung jeram November mendatang di Geopark Silokek Sijunjung.
Hadir dalam “kopi darat” TOP100 tersebut, pengusaha Dony Oskaria, inisiator dan admin WAG TOP100 Jasman Rizal, tokoh-tokoh Sumbar dari berbagai kalangan, seperti dari akademisi, Alfan Miko, Asrinaldi, Andri Rusta, Azre, Miko Kamal, Wendra Yunaldi. Kemudian wartawan dan budayawan Hasril Chaniago, Echo Yance Edrie, Edy Utama, Sukri Umar, Adrian Tuswandi, dan tokoh-tokoh lainya seperti Zukri Saad, Chairul Umaya, Ibrani, Musfi Yendra, Novermal Yuska, Patra Rina Dewi serta banyak lainnya. (IK)























