Sampaikan Somasi ke Kejari Pessel, Direktur LBH Sumbar Dicegat Massa

PESISIR SELATAN, forumsumbar— Suasana kota kecil Painan, khusus di seputaran kantor Kejari Pesisir  Selatan (Pessel) sempat mencekam, Kamis (15/7).

Puluhan massa mencoba menghadang Direktur LBH Sumbar, Zentoni SH, MH, yang saat itu datang untuk menyampaikan  somasinya kepada Kajari Pessel.

Seperti dikutip dari pilarbangsa.com, Direktur LBH Sumbar itu menyampaikan somasinya kepada Kajari Pessel, lantaran Kajari gagal melaksanakan eksekusi pada hari  Kamis (8/7) pekan.

Kajari gagal melaksanakan eksekusi karena ada tekanan dari massa yang menginginkan Bupati RA tidak dieksekusi menjelang putusan PK-nya keluar.

Bupati Pessel RA ini tersangkut dalam kasus pidana khusus hutan Mangrove di daerahnya. Kasusnya bergulir di pengadilan mulai pada pertengahan tahun 2020, saat masih menjabat Wakil Bupati Pessel. Pengadilan Negeri Kelas I Padang yang mengadili perkaranya, menjatuhkan vonis kepada RA,1 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Putusan PN Padang itu diperkuat oleh PT Sumbar, dan Mahkamah Agung (MA) pun menolak kasasi yang diajukan Bupati RA.

Saat Jaksa eksekutor mendatangi Bupati RA, pada Kamis (8/7) untuk melaksanakan eksekusi, ribuan warga berunjuk rasa menolak pelaksanaan eksekusi. Mereka minta agar pelaksanaan eksekusi ditunda sampai keluarnya PK.

Atas pertimbangan situasi dan kondisi yang terjadi saat itu, eksekusi gagal dilaksanakan oleh Jaksa eksekutor.

Gagalnya pelaksanaan eksekusi itu, LBH Sumbar mengajukan somasi, dimana somasi tersebut disampaikan Zentoni pada Kamis (15/7) pagi pukul 10.00 Wib.

Direktur LBH Sumbar ini telah mengundang para wartawan untuk menghadari konferensi pers,  namun gagal dilaksanakan, karena penyerahan somasi molor waktunya.

Suasana dari pagi sudah nampak tanda-tanda kurang kondusif, dimana ada sekelompok massa berjaga-jaga di seputaran kantor Kejari Pessel sejak pagi.

“Melihat situasi dan kondisi yang meragukan, saya mencoba mencari kesempatan dengan menunda waktu untuk memasuki kantor Kejari Pessel,” ungkap Zentoni lewat pesan WhatsAppnya.

Setelah melihat sedikit ada peluang pada pada pukul 16:45 Wib, Zentoni, masuk ke kantor Kejari Pessel, dan memberikan surat somasinya.

Namun saat hendak keluar, tiba tiba datang massa mencegatnya.

“Suasana mencekam bang, saya terkurung di kantor Kejari Pessel,” lapor Zentoni lewat WhatsApp pada pukul 17:15 Wib.

Pada pukul 18:33 Wib, Zentoni menulis pesan singkat menyebutkan bahwa massa semakin ramai mengepung dirinya. Diduga mereka adalah massa pendukung Bupati RA.

“Kini saya diungsikan oleh aparat keamanan bang,” ungkap  Zentoni, tanpa menyebutkan kemana dia diungsikan.

Dilarikan ke Padang

Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo membenarkan peristiwa penghadangan terhadap Direktur LBH Sumbar itu.

Namun sekarang Direktur LBH Sumbar dengan selamat sudah diantar ke rumahnya di Padang.

Sementara mobil Pajero cat putih plat polisi B milik Zentoni  diamankan di Mapolres Pessel.

“Masyarakat sudah bubar, mobil diamankan di Polres, Ketua LBH Sumbar sudah sampai rumah di Padang dengan selamat,” ungkap kapolres, seperti disampaikan redaktur pilarbangsanews.com.

“Bagaimana dengan mobil Pajero milik Direktur LBH Sumbar, apa dirusak massa?” tanya pilarbangsaNews.com.

“Tidak da, mobil kondisi baik, ” jawab kapolres singkat.

Sementara itu, Kajari Pessel, Dona Ramires Sitorus, belum berhasil dimintai keterangan terkait somasi yang disampaikan oleh Direktur LBH Sumbar itu.

(Rel/Harzi)