PADANG, forumsumbar —Pandemi Covid-19 telah menghantam sendi-sendi perekonomian semua pihak, tak ketinggalan masyarakat Kota Padang.
Saat ini, pandemi telah menimbulkan banyak pengangguran baru di Kota Padang karena roda perekonomian yang melambat. Sementara itu, bantuan langsung dari pemerintah kota / kabupaten dan provinsi sudah tidak ada. Yang ada cuma program bantuan langsung dari pusat. Dan ini pun sudah tertentu orangnya.
Untuk itu, perlu dicarikan solusi yang crash program agar keadaan tidak semakin parah, dan membuat masyarakat kehilangan harapan.
Salah satu solusi adalah dengan melaksanakan program padat karya konstruksi di 104 kelurahan yang ada di Kota Padang, dengan melibatkan banyak pekerja. Dimana masing-masing kelurahan dianggarkan Rp1 miliar.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sumbar Desrio Putra, saat menjadi narasumber di acara sesi diskusi Silaturahmi Masyarakat Padang (SIMAPAD 2021), Sabtu (3/7), di Hotel Daima, Jl Sudirman-Padang.

“Dana Rp1 miliar per kelurahan tersebut, bisa dianggarkan di APBD-Perubahan 2021, sehingganya di akhir tahun ini bisa dilaksanakan. Teknis dan payung hukumnya, diserahkan kepada Walikota dan DPRD Padang,” ujar Desrio.
Jadi dari sekitar Rp2,6 triliun APBD Padang, dianggarkan Rp104 miliar untuk 104 kelurahan yang ada di Kota Padang.
Menurut politisi Gerindra ini, calon-calon orang miskin itu sangat banyak, sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pengangguran meningkat. Mereka sangat membutuhkan pekerjaan. Sementara Pemko Padang dinilai belum mampu memberikan solusi yang konkret.
Lanjut Desrio, idealnya pemerintah itu mendorong kesejahteraan masyarakat. Banyak program-program pemberdayaan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bisa dimanfaatkan guna mengatasi kemiskinan.
“Kita desak setiap pekerjaaan seperti konstruksi dilakukan masyarakat sekitar yang menganggur dalam bentuk padat karya,” tegas Desrio.
Karena itu, sebagai anggota DPRD Sumbar yang punya anggaran Pokir, untuk membantu perekonomian masyarakat Padang dia memprogramkan untuk membantu Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Sedikitnya ada 700 anggota KWT di Kota Padang yang telah kita verifikasi, saat ini sedang berproses di OPD Pemprov Sumbar. Tujuannya agar masyarakat terbantu membenahi ekonomi keluarganya,” ungkap Desrio.
Di diskusi yang bertema “Membangun Padang di Masa Pandemi” ini turut menjadi narasumber lainnnya Asrinnaldi (Dosen Fisip Unand) dan Irwan Basyir Dt Rajo Alam (Ketua DPD LPM Padang), dengan moderator Isa Kurniawan.
(Ika)






















