PADANG, forumsumbar —Selesainya pengerjaan batu grip (pemecah ombak) di Pantai Padang, Maret 2021 lalu, telah membuat beberapa kawasan di daerah tersebut menjadi spot wisata baru.
Banyak pengunjung, atau wisatawan yang memanfaatkan batu grib tersebut untuk berselfie ria, atau berfoto dengan pemandangan bagus yang melatarbelakanginya.
Hadirnya pengerjaan batu grib sangat bermanfaat sekali bagi Kota Padang, karena di samping sebagai pemecah ombak untuk menangkal abrasi pantai, juga menjadi spot baru wisata di Pantai Padang.

Bantuan BNPB
Ada 3 kawasan yang selesai pengerjaannya yakni kawasan Masjid Al Hakim di Pantai Muaro, kawasan Tugu Merpati Perdamaian di Pantai Muaro Lasak dan Pantai Pasir Jambak.
Awalnya, titik-titik tersebut mengalami abrasi yang kronis, sehingganya kalau tidak cepat dilakukan pemasangan batu grib, maka akan menggerus bangunan yang ada di kawasan tersebut.
Abrasi yang terjadi sangat parah, bahkan Tugu Merpati Perdamaian yang diresmikan oleh Presiden Jokowi terancam ambruk, termasuk jembatan yang ada di sana.
Demikian juga halnya dengan Masjid Al Hakim, dimana abrasinya sudah sampai ke pondasi masjid.
Disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman bahwa tiga titik abrasi Pantai Padang tersebut mendapatkan bantuan penanganan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.
“DSP yang diturunkan untuk proyek penanganan transisi darurat ke pemulihan abrasi pantai Kota Padang itu sebesar Rp19 miliar,” ujarnya saat itu.
Erman Rahman menjelaskan, penanganan abrasi dilakukan dengan pemasangan batu seawall, grip, ground T atau penghalang ombak, sehingga Masjid Al Hakim dan Tugu Merpati Perdamaian tetap berdiri kokoh, begitu juga di kawasan Pasir Jambak.
“Titik-titik tersebut termasuk kawasan wisata. Mudah-mudahan setelah pemasangan batu grib, terbebas dari abrasi, dan bisa bermanfaat bagi wisata,” ujar Erman.

Penghargaan
Berkat kerja keras yang dilakukan BPBD Sumbar dalam mitigasi dan penanganan bencana di Sumbar, saat Rakornas Penanggulangan Bencana Nasional pada bulan Maret 2021 lalu, Sumbar diganjar penghargaan bidang penanggulangan bencana oleh BNPB.
“Alhamdulillah, ini penilaian BNPB dengan berbagai indikator, dan anugerah ini merupakan kerja total dan kerja keras semua elemen baik BPBD maupun stakeholder dan Forum Penanggulangan Risiko Bencana (F-PRB) Sumbar,” ujar Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman, ketika itu.
Anugerah yang diraih, dikarenakan Sumbar dinilai mampu menyinergikan sumber daya yang ada dan melibatkan banyak unsur dalam penanggulangan bencana.
Menurut Erman, penghargaan yang diterima tidak lah kerja BPBD Sumbar semata, karena dalam penanggulangan bencana, pemerintah daerah melalui BPBD Sumbar selalu bersinergi dengan melibatkan banyak unsur, baik masyarakat maupun swasta.
“Kita di Sumbar ini dinilai selalu melibatkan seluruh komponen dalam upaya penanggulangan bencana. Ada keterlibatan semua unsur, jadi tidak pemerintah saja, sehingga kita dianggap berhasil dalam sinergi penanggulangan bencana,” ujar Erman.
(Ika)






















