PADANG, forumsumbar—Dari Ladang Tari Nan Jombang di kawasan Padang pinggir kota, budayawan Ery Mefri berteriak; Kalian memang bala! Mata batinnya melihat adanya anasir-anasir yang menyebut orang Minang itu; berjiwa intoleran. Ini yang membuat keminangan Ery membuncah.
Menurutnya, kalau dikaji-kaji lebih dalam lagi apakah tidak merasa bersalah atau tidak merasa malu mengeluarkan bau busuk dari mulut sendiri saat bersuara atau memang biasa menelanjangi diri saat bicara.
“Karena mahkluk dari jenis tertentu seperti ini cuma mampu dan berani bicara menganggap Ranah Minang masyarakat yang berjiwa intoleran dari jauh saja,” ketusnya, Senin (28/6), di laman fesbuknya.
Untuk Sumatera Barat atau atas nama Minangkabau, lanjut koreograger tari dari Ranah Minang yang sudah go internasional ini, tolong mulai agak diingat dan direnungkan, kemudian mulai mencari keberadaan mereka dalam merantau ke sudut pelosok dunia manapun rasanya tidak akan pernah dengan sengaja mereka terlihat membuat kota dan perkampungan sendiri.
Membuat identitas untuk berbeda dan menonjolkan diri karena yang benar-benar orang Minangkabau tidak akan pernah mau, apalagi seenaknya secara leluasa atas nama pendatang membuat identitas atau perkampungan sendiri karena merasa bertitel, berkedudukan dan merasa berkuasa di perantauan.
“Kekuatan nurani dan perasaan yang dimiliki serta moral dan etika yang tertanam kokoh sebagai orang Minang, akan merasa sangat biadab membuat identitas di tempat dimana kita hidup mencari makan yang seharusnya merasa bersyukur dan beruntung dengan kemurahan hati menerima dan memberi kita tempat di tengah kerukunan dan kedamaian mereka yang sudah berjalan secara turun temurun,” ucapnya.
Ini tidak termasuk terhadap orang-orang yang selalu sibuk mencari ranji atau jejak keturunan agak sedikit saja untuk bisa dihubung-hubungkan agar dapat disebut orang Minang.
Makanya, kepada orang-orang seperti itu, Ery berteriak keras; Kalian memang bala!
(Ika)






















