Jangan Coba-coba Masuk Desa Muara Sikabaluan Tanpa Hasil Test Swab

MENTAWAI, forumsumbar —Protokol kesehatan (Prokes) yang ketat merupakan modal utama Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk melawan Covid-19. Sehingga, selama pandemi ini mengganas, desa berpenduduk 2.547 jiwa ini selalu berstatus zona hijau.

Bagi para pendatang, untuk bisa masuk ke Desa Muara Sikabaluan wajib mengantongi surat hasil swab PCR atau pun Antigen.

“Siapa pun yang datang jika tanpa surat hasil Swab, maka dengan berat hati kami tolak di Pelabuhan Pokai. Bahkan ada peristiwa, rombongan Anggota DPRD Kepulauan Mentawai yang berkunjung ke Muara Sikabaluan terpaksa kembali ke Tuapejat karena tidak memiliki hasil Swab,” kata Kepala Desa Muara Sikabaluan Aprijon.

Kisah sukses melawan Covid-19 itu diungkapkan Kades Aprijon di hadapan Tim Penilai Lomba Desa/Nagari Berprestasi 2021 Tingkat Sumbar di yang datang ke Muara Sikabaluan, Selasa (15/6), untuk melihat fakta lapangan keberhasilan pemerintahan, pelayanan publik, perekonomian masyarakat dan penangangan Covid-19.

Pernah suatu kali, kata Kades Aprijon, dua orang pedagang yang terlanjur masuk ke Desa Muara Sikabaluan. Oleh Tim Posko Covid-19 Desa kedua pedagang itu langsung dikarantina dan dilakukan Swab. Ternyata keduanya positif terpapar Covid-19 dan langsung dilakukan isolasi di rumah karantina itu hingga sembuh dari Covid.

Untuk mengawasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro dan penegakan Prokes yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan, maka Desa Muara Sikabaluan mengaktifkan Posko Covid-19 yang di dalamnya ada Babinkamtibmas dan Babinsa.

“Kami memakai Dana Desa untuk menanggulangi Covid-19 yaitu membentuk Posko PPKM, menyediakan 30 titik tempat cuci tangan dan biaya rumah karantina,” kata Kepala Desa Muara Sikabaluan Aprijon yang didampingi perangkat desanya.

Desa Muara Sikabaluan termasuk desa yang tua dan merupakan pusat Kecamatan Siberut Utara. Desa yang memiliki luas 98 kilometer persegi ini terdiri dari 5 dusun yaitu Dusun Muara, Pokai, Nang Nang, serta dua dusun di pulau yang berbeda yaitu Dusun Bose dan Puran.

Hasil yang menonjol dari desa ini adalah ikan, pisang, pinang, keripik, keladi dan kerajinan.

Penyambutan Tim Penilai Lomba Desa/Nagari Berprestasi Tingkat Sumbar 2021 berlangsung meriah di halaman Kantor Desa Muara Sikabaluan. Hadir langsung Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake, Staf Ahli Bupati Nurdin, Wakapolres Kompol B. Sitinjak, Kasdim Mentawai, Kepala Dinas PMD P2KB Nicholaus Sorot Ogok, Camat Siberut Utara dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kortanius Sabeleake meyakinkan Tim Penilai bahwa Desa Muara Sikabaluan meskipun berada di Kepulauan Mentawai namun mampu berkompetisi dengan desa/nagari di kabupaten/kota lain di Sumbar. Tidak saja dalam keberhasilan pemerintahan Muara Sikabaluan, tetapi juga dalam bidang lain seperti egovernment, keterbukaan informasi publik, inovasi ekonomi dan penanggulangan pandemi Covid-19.

Sementara dari Tim Penilai Lomba Desa/Nagari Azwar, mengatakan bahwa lomba ini juga bermakna sebagai ajang evaluasi perkembangan kemajuan desa dari berbagai aspek. “Penilaian lomba dilakukan secara berjenjang, dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga ke tingkat nasional,” kata Azwar, yang juga Kabid Pemerintahan Nagari Dinas PMD Sumbar.

Tim Penilai Lomba Desa/Nagari dan Kelurahan Sumbar 2021 Penanggung jawab adalah Kadis PMD Sumbar Syafrizal Ucok, Ketua Azwar, Sekretaris Retma Nency dengan Anggota Tim Yulrizal Baharin (pakar pemerintahan), Nani Darlis (PKK), Irwandi Walis (LPM Sumbar), Gusfen Khairul (Pers), Effi Zulfia Naros (Dinas PMD), Firdaus (Sekretaris Badan Kesbangpol Sumbar), Ali Akbar (Dinas Pendidikan Sumbar), Syamsu Aprizal (Dinas Kesehatan), Faridz (Dinas PMD) dan Eko Herlambang dari Dinas PMD Sumbar.

(Rel/nov)