PADANG, forumsumbar —Pendistribusian buku “Inspirasi Untuk Kedjajaan Bangsa” yang merupakan kompilasi tulisan, buah pikir para alumni Universitas Andalas (Unand), terus bergulir.
Setelah serangkaian NgoBrAl (Ngobrol Bareng Alumni) membedah buku, Minggu (14/3) di Bukittinggi, kali ini tertuju pada Bundo Kanduang alumni Unand, Neny Rochyany.
Ditemui di sela tugas berkeliling memantau aparat birokrasi di Sumbar, Senin (15/3), tim dari DPP IKA Unand menyerahkan buku ke Neny Rochyany, yang merupakan Alumni Fakultas Farmasi Unand.
Disampaikan Ilhamsyah Mirman, koordinator pendistribusian buku DPP IKA Unand, Neny saat ini menyandang tanggungjawab yang berat sebagai Kepala Kanreg XII Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melingkupi wilayah Provinsi Sumbar, Riau dan Kepri.
“Beliau bertugas membina dan mengarahkan ASN agar memiliki performa dan kinerja yang baik dalam melayani masyarakat,” ujar Ilham.
Mantan aktivis HMI asal Lawang, Agam ini, lanjut Ilham, bahkan sebelumnya mengemban amanah membina dan mengukur kinerja jutaan aparatur seluruh Indonesia, saat menjabat Direktur Kinerja ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 2018-2020.
“Prestasi dan jenjang karier yang tidak sembarang orang bisa menggapai, terlebih bagi seorang wanita,” imbuh Ilham, yang didampingi Wirdanengsih, anggota tim, saat memberikan buku.
Menurut Ilham lagi, selaras dengan harapan Gubernur Mahyeldi akan ajakan membangun Sumbar kepada Unand yang disampaikan dalam berbagai kesempatan terbuka, diyakini bukan sekedar basa-basi.
“Terakhir diulang kembali keinginan tersebut pada pertemuan dengan pengurus dan perwakilan Ikatan Alumni (IKA) se Unand di Istana Gubernuran, Minggu (14/0)”, tukasnya.
Faktanya, memang untuk membangun negeri dan nagari tidak selesai oleh kepala daerah dan wakilnya saja. Keterlibatan para pemangku kepentingan tentu jadi salah satu kunci keberhasilan, termasuk memaksimalkan peran birokrat.
Posisi ASN sangat vital, karena mesin penunjang pelaksanaan visi misi kepala daerah bergantung kepada para pembantunya ini. Maka menentukan kualitas figur yang disodorkan keluarga besar Unand diharapkan selektif dan mampu menjawab tantangan, karena apapun hasilnya akan berpengaruh terhadap nama baik almamater.
“Tanggungjawab kita bersama untuk merespon harapan gubernur dalam bentuk konkret, di antaranya dengan menominasikan ‘produk’ unggul alumni sesuai kebutuhan,” ujar Alumni Fakultas Teknik Unand ini.
Harapan mungkin tertumpang pada salah satu dari sedikit alumni wanita yang lama berkiprah di pusat ibukota Indonesia ini.
Tercatat pada masanya, nama Sonja Roosma (Dirut PT Askes) dan Irma Alamsyah pernah malang melintang dipercaturan elit rantau.
Belakangan kiprah kaum kartini era 5.0 dilanjutkan oleh Sekjen DPP IKA Unand Prof Reni Mayerni sebagai Deputi Bidang Politik, Lemhannas. “Tidak terlalu banyak memang, namun secara kualitas Bundo Kanduang ini tidak kalah dibandingkan rekan sejawatnya,” ucap Ilham.
Mencermati kiprahnya, kata Ilham lebih lanjut, mungkinkah telah lahir generasi pelanjut para Bundo Kanduang tersebut pada Neny Rochyany? Waktu yang akan berbicara. Yang jelas akan lebih menarik sekiranya kiprah figur potensial tersebut mau diajak serta mengabdi membangun ranah. “Sesuatu banget tentunya. Wallahualam,” tutup Ilham.
(Ilmi)























