PADANG, forumsumbar —Sudah setahun pandemi Covid-19 melanda, ternyata persoalan pangan di Sumbar paling tidak terguncang. Hal ini dikarenakan pola tanam serentak tidak ada di Sumbar. Petani menanam sepanjang tahun dan panennya pun sepanjang tahun. Jadi tidak ada masalah.
Demikian disampaikan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) Feri Arlius Dt Sipado, saat menjadi narasumber di acara Diskusi 13-an Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Sabtu (13/3), di Auditorium Istana Gubernuran, Jl Sudirman Padang dengan tema “Upaya Sumbar Menjaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi”.
“Persoalan pangan di Sumbar selama pandemi normatif. Jadi tidak ada gejolak, baik di tingkat petani maupun masyarakat, atau konsumen,” ujar Feri.
Tetapi usaha untuk menjaga ketahanan pangan harus terus dilakukan, di antaranya dituturkan Feri, perlunya pengadaan benih atau bibit unggul agar hasil panen maksimal.
Kemudian memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur agar bisa produktif. “Ada potensi lahan, yakni 85.000 ha pekarangan dan 200.000 ha lahan tidur, yang belum tergarap maksimal,” sebut Feri.
Feri menantang pemerintah daerah untuk mencarikan daerah, atau komplek perumahan, yang bisa dijadikan binaan Fateta Unand dengan memanfatkan pekarangan perumahan maupun lahan tidur di sekitarnya untuk bercocok tanam.
Di samping itu, diuraikan Feri lebih lanjut, perlunya penerapan teknologi pascapanen, diversifikasi produk, perbaikan sistem transportasi (di sentra produksi dan pasar), stabilitas harga, dan terakhir, kebijakan pemerintah berupa pemberian insentif dan subsidi.
(Ika)






















