Ternyata, BPBD Sumbar Berkontribusi Besar Dapatkan Dana Abrasi Rp19 Miliar

PADANG, forumsumbar —Adanya pembangunan batu grib yang sekarang sedang dilaksanakan di Kota Padang untuk menghambat abrasi pantai yang semakin kritis, ternyata tidak terlepas dari peran Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman untuk menggaet dana siap pakai yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Hal itu terungkap saat diskusi kebencanaan yang digelar Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas), Kamis (4/3), bertempat di Hotel Daima Jl Sudirman Padang, dengan tema “Mitigasi Bencana di Sumbar”.

“Waktu itu kita usulkan ke BNPB sebesar Rp32 miliar, dimana ada 4 titik. Pantai Air Manis, Masjid Al Hakim Berok-Nipah, Tugu Merpati Muaro Lasak dan Pantai Pasia Jambak. Tetapi yang disetujui 3 titik dengan anggaran Rp19 miliar,” ujarnya.

Lanjut Erman, untuk meminta dana pembuatan batu grib itu, terakhir datang ke BNPB bersama dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (gubernur saat itu), dan Walikota Padang Mahyeldi, yang sekarang sudah menjadi Gubernur Sumbar.

“Alhamdulillah, dana untuk proyek abrasi tersebut didapatkan, tetapi tidak semua usulan dipenuhi BNPB. Hanya 3 titik, sementara Pantai Air Manis tidak,” ujarnya.

Persoalan kebencanaan, khususnya mitigasi, memang membutuhkan dana besar untuk membangun secara fisik.

“Kalau mengandalkan APBD semata, tidak akan cukup. Makanya perlu upaya untuk menggaet dana pusat agar persoalan mitigasi itu dapat diatasi. Kita sangat berterima kasih ke BNPB yang sangat peduli dengan Sumbar,” imbuhnya.

Kemudian, menurut mantan Pjs Bupati Tanah Datar itu, Sumbar merupakan supermarketnya bencana, jadi perlu ada upaya-upaya strategis untuk pencegahan dan mitigasi bencana, sehingga korban dan kerugian bisa diminimalisir.

“Kita bukan ingin menakut-nakuti masyarakat. Adanya megathrust Mentawai, gempa besar yang berpotensi terjadi itu, sudah harus disiapkan mitigasinya,” ujar Erman.

Untuk mitigasi itu, di samping yang bersifat fisik, kata Erman, BPBD Sumbar telah menyiapkan program-program agar masyarakat di 6 kabupaten / kota di sepanjang pantai barat Samudera Hindia siap siaga seandainya bencana itu datang.

“Kita tidak menginginkan bencana itu datang, tapi secara ilmiah potensi megathrust Mentawai itu ada. Kapan datangnya, itu rahasia Allah,” ujar Erman, yang sudah 3 tahun menjabat Kepala Pelaksana BPBD Sumbar.

Ikut menjadi narasumber lainnya, Khalid Saifullah, Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sumbar dan John Nedy Kambang, Ketua Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB).

Turut hadir pula, aktivis kebencanaan, pendiri Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Patra Rina Dewi, Koordinator Forum Minang Mandiri (FMM) Ilhamsyah Mirman, Karang Taruna Sumbar, pengurus Kelompok Siaga Bencana (KSB) di Kota Padang, dan puluhan jurnalis dari media cetak dan online.

Rencananya hasil diskusi akan diberikan ke Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang baru, sebagai bahan masukan untuk program kebencanaan di RPJMD Sumbar yang sekarang sedang dibahas.

(Ika)