Gelar Pelatihan Menulis, KGI Agam Gandeng Bengkel Literasi Rakyat Sumbar

AGAM, forumsumbar —Komunitas Guru Inspiratif (KGI) Kabupaten Agam menggelar Pelatihan Menulis bersama Bengkel Literasi Rakyat Sumbar dengan narasumber General Manager Harian Umum Rakyat Sumbar Firdaus Abie, berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Minggu (21/2).

Pelatihan menulis bersama Bengkel Literasi Rakyat Sumbar ini, juga dirangkai dengan Temu Pikiran bersama dengan Bupati Agam terpilih Andri Warman dan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Isra dan dihadiri Inspirator KGI Pinto Janir, Deklarator KGI M Khudri, dan Ketua KGI Agam Dita Wedia.

Ketua KGI Agam Dita Wedia dalam sambutannya mengakui, KGI Kabupaten Agam ini lahir tanpa diduga dan secara mendadak dan sudah menjadi kehendak Tuhan.

Lahirnya KGI guna memberikan ruang pada guru untuk berkreasi dan berkarya melalui kegiatan menulis.

Dita Wedia juga berharap KGI ini bisa terus berkembang dan berharap seluruh guru di Kabupaten Agam bisa menjadi guru-guru Inspiratif.

“Lahirnya komunitas ini memang kehendak dari Allah, kita harap KGI bisa terus berkembang dan seluruh guru di Agam semakin banyak menjadi guru guru Inspiratif,” ujar Dita Wedia.

Ia juga berharap, dukungan dari Dinas pendidikan Kabupaten Agam untuk terus menyupor, memberi ruang untuk seluruh guru di Agam sehingga bisa berekspresi, berkreasi menghasilkan karya melalui kegiatan menulis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Isra yang membuka kegiatan mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung lahirnya KGI di Kabupaten Agam, karena guru yang inspiratif adalah guru yang melahirkan ide dan gagasan yang handal dan profesional yang nantinya dapat mendukung kemajuan Agam.

“Guru inspiratif yang melahirkan ide dan gagasan yang handal yang memberikan pengajaran bukan memberikan tugas tugas yang banyak pada siswanya yang membuat penderitaan bagi siswanya,” ujar Isra.

Ia juga mengapresiasi pelatihan Bengkel Literasi Rakyat Sumbar yang telah bersedia memberikan pembekalan menulis terhadap guru di Kabupaten Agam.

“Kita mengapresiasi menyambut baik lahirnya KGI ini dan kami sangat mendukung karena ujung tombak lahirnya guru penggerak yang nantinya dapat menjadi pendukung kemajuan Agam,” ujar Isra.

Ia mengakui dengan kegiatan pelatihan menulis yang diberikan oleh Pimpinan Umum Harian Rakyat Sumbar ini, akan dapat mengembangkan kemampuan guru agar bisa menjadi guru inspiratif, apalagi pelatihan ini sangat penting ditengah kondisi digitalisasi sekarang ini yakni dituntut guru kreatif dan inovatif.

“Kita inginkan seluruh guru termasuk mantan- mantan guru bisa menjadi guru inspiratif dan tujuan akhirnya kita harapkan akan munculnya gagasan- gagasan cerdas dari gitu kita untuk dapat meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran lebih lebih di era digitalisasi saat sekarang ini,” sebut Isra.

Deklarator KGI Agam, Khudri di kesempatan itu mengatakan, Agam memiliki banyak potensi yang menjadi acuan dan sumber inspirasi.

Ia berharap KGI bisa menjadi sumber inspirasi dan bisa menjadi inspirator bagi anak-anak muda, masyarakat salah satunya, dengan kegiatan menulis.

Sementara Panitia Darneswati mengakui, KGI baru terbentuk ini memiliki 14 anggota KGI, kegiatan terlaksana berkat kerjasama pengurus dan anggota. Dikatakan, untuk meningkatkan kemampuan guru untuk menulis, dengan mendatangkan narasumber yang handal di bidangnya yakni General Manager Harian Umum Rakyat Sumbar Firdaus Abie.

Dalam kesempatan itu, Firdaus Abie juga memberikan cinderamata kepada Kepala Dinas Pendidikan berupa buku novel, salah satunya adalah karya Firdaus Abie, Indak Talok Den Kanai Hati.

Pinto Janir, inisiator IKG di kesempatan itu berharap komunitas guru yang ada di Agam bisa bersama membangun dunia pendidikan Agam sehingga akan semakin maju.

Andri Warman, Bupati Terpilih Agam di kesempatannya juga menyampaikan begitu besarnya peran seorang guru, dimana guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa karena pengabdian seorang guru yang luar biasa.

Ia mengakui dan menegaskan akan meningkatkan dan akan memperhatikan kesejahteraan dan nasib guru.

(Rel/wik/rom)

Tinggalkan Balasan