PADANG, forumsumbar —Rencananya tanggal 19-20 Oktober 2019 mendatang, bertempat di Mifan Resort Padang Panjang, Alumni 89 Fakultas Teknik Unand akan menggelar 30 tahun kebersamaan mereka selama ini, semenjak masuk kuliah, dimulai pada tahun 1989 di kampus Air Tawar Padang, sampai sekarang.
Mereka akan bersilaturahmi, bercengkrama dan bertukar pengalaman untuk sinergi membangun negeri di acara yang diberi tajuk 30th KATUA 89er’s dengan tema “Basuo Baliak, Konco Jauh di Padakek, Kawan Dakek di Paarek”.
Sejumlah aktivitas dirancang oleh kepanitiaan yang diketuai Ilhamsyah Mirman dibantu oleh Syahril Hamdi, Nuning, Heka dan Retno. Intinya bagaimana kebersamaan dan kekompakan yang dibangun dapat terus terjalin dan kian bermakna.
Disampaikan Ilhamsyah, Sabtu (14/9), acara ini menjadi ajang berkumpulnya para engineer 89er’s dari seantero negeri, tumplek blek, menyamakan pandangan, menyatukan langkah, merajut silaturrahim. Dimana diusianya yang memasuki tiga dekade, terhitung sejak mulai digodok di kampus Air Tawar, sampai saat ini tidak terhitung prestasi dan capaian keberhasilan yang telah digapai seratusan lebih alumni Angkatan 89 Fakultas Teknik Unand yang berasal dari Jurusan Mesin dan Sipil.

Ratusan alumni, dosen dan pihak yang banyak berkontribusi membesarkan angkatan ini di kampus Air Tawar dulu akan diundang meramaikan acara. “Diantaranya Ketua Harian DPP IKA Unand Surya Tri Harto, Dekan FTUA Insanul Kamil (Nanuk), pejabat di Kemenristek Zulfan Andrinaldi & Dirut PT Semen Padang Yosviandri sebagai senior saat Opspek yang sangat berkesan dahulu. Termasuk sebagai tamu undangan khusus, Arnelita alias Ni Ar, tempat bergantung saat kritis di masa kuliah dahulu,” sebut Ilham.
Dari kalangan alumni, ungkap Ilham, mereka yang akan hadir antara lain, Motivator Andalasian yang juga bacalon Rektor Unand Henmaidi, pakar transportasi Yossyafra, pengusaha sukses konstruksi Yan Partawijaya, konsultan handal Desmon Hamid dan Trinov adalah sebagian dari alumni yang berkiprah di ranah, termasuk Adek Maghdalena salah seorang pejabat Dinas PU Pariaman.

Tidak terhitung master dan doktor engineering jebolan dalam dan luar negeri dilahirkan dari almamater, bertajuk Untuk Kedjajaan Bangsa ini. Zulkifli Amin, Rudi Kurniawan di ladang Unand, Daddy Budiman di PNP serta Aidil dan M. Ridwan yang berkiprah di kampus UBH dan ITP. “Kampus di luar Sumbar juga ada, tersebut nama Novri Tanti dan Harmen (Unila) serta Indra Gandidi berkiprah di UPI Bandung,” tutur Ilham bangga.
Untuk rantau dimanapun sudutnya di Nusantara, lanjutnya, laskar ‘The Legend’ senantiasa hadir dan mewarnai. Menyesuaikan bidang keilmuan ‘tukang insinyur’. Sebut nama pengusaha sukses Asran di Pekanbaru, Edwin Aldrinsyah di Jepara, Welmon Indra di Balikpapan, Rahmat Zuhri, Febrizon, Nedi Marfeha, Bery Ausa dan Zulhendri di belantara ibu kota Jakarta. Bahkan Budi (alm) dilanjutkan Udga Pedrisman sampai saat ini berkarier di bumi cendrawasih, Papua.
Dijajaran profesional terdapat nama salah seorang Direktur BUMN Dodi Herman, disamping profesional otomotif Sonny Hendra serta Yudi EP, Fuad, Dirman Artib, Hendra Jalius dan Oswel di bidang garapan seputar rekayasa teknologi konstruksi. “Tak kalah menarik, ada pula yang menyeberangi profesi, Letnan Kolonel (AU) Ridwan adalah salah satu contoh yang menonjol,” pungkas Ilham.
Mereka-mereka tadilah yang akan datang di acara 30 tahun Angkatan 89 Fakultas Teknik Unand, Oktober tersebut. Dan dari tangan mereka inilah lahir generasi tangguh yang telah berkiprah membangun karier di segenap penjuru Tanah Air. Untuk ke depannya, ditunggu ‘lacuik tangan’ para tukang insinyur ini di era penuh dinamika ini. (IM)























