Gempa Sulbar, Sylviana Murni: Kesehatan Pengungsi Harus Diperhatikan

JAKARTA, forumsumbar — Gempa 6,2 Magnitudo yang mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar) memakan banyak korban. Selain kerusakan infrastruktur, terjadi pengungsian masyarakat yang terdampak gempa, dimana mereka mendiami posko-posko darurat.

Saat ini, tidak sedikit pengungsi yang mengalami sakit, seperti batuk, sesak nafas dan gatal-gatal. Ini diperburuk oleh musim penghujan.

Kondisi yang tidak kondusif seperti itu menyebabkan pengungsi rentan terkena penyakit.

Ketua Komite III DPD RI Prof Sylviana Murni menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.

Menurutnya, perlu upaya serius dari semua pihak untuk memastikan agar kesehatan pengungsi di posko darurat tidak memburuk. Untuk itu, dia mendesak segera dibentuk posko kesehatan di pengungsian.

Dengan posko kesehatan, pemeriksaan pada pengungsi yang mengalami keluhan kesehatan dapat dilakukan secara lebih baik. “Dengan demikian dapat diantisipasi potensi penularan penyakit sehingga tidak menambah beban korban gempa,” ujarnya, Selasa (19/1).

Senator asal Dapil DKI Jakarta tersebut mengimbau semua pihak untuk melakukan sinergi dalam pembentukan posko kesehatan. Keterlibatan pro aktif pemerintah, baik pusat maupun daerah, swasta, relawan sosial-kesehatan akan memperkuat fungsi posko kesehatan di tempat pengungsian.

Pasca gempa bumi 6,2 SR yang mengguncang wilayah Sulbar, warga masih bertahan di tenda pengungsian. Salah satunya di posko pengungsian Kecamatan Ulumanda.

“Diharapkan terbentuknya posko kesehatan akan mengurangi keluhan pengungsi yang menderita sakit namun kurang mendapat penanganan yang optimal,” sebut Sylviana.

(Rel/DPD)