Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Bina Petani Nagari Taram

LIMAPULUH KOTA, forumsumbar —Dosen dan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melakukan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Jorong Gantiang Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota dengan topik pembinaan usaha tani Sistem Pertanian Terpadu Padi-Sapi.

PKM ini merupakan kerja sama dengan Kemenristekdikti yang diketuai dosen PPNP Siska Fitrianti dengan anggota Mukhlis dan Toni Malvin, serta melibatkan 2 orang mahasiswa. Tim ini melakukan supervisi dan membina Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanah di Jorong Gantiang Nagari Taram tersebut.

Menurut Siska, peternak sapi yang populasinya banyak khususnya di Nagari Taram, harus diberikan pembinaan berupa penerapan inovasi Sistem Pertanian Terpadu Padi – Sapi dengan pendekatan Zero Waste Farming. “Tujuannya untuk memanfaatkan feses sapi sebagai pupuk organik yang selama ini ditumpuk di belakang kandang dan memanfaatkan jerami sebagai pakan sapi yang selama ini hanya dibakar, sehingga mengakibatkan pencemaran udara,” ujarnya, Kamis (5/9) di Taram.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, sebutnya, maka dilakukan penerapan usaha tani Sistem Pertanian Terpadu Padi – Sapi melalui pengolahan feses sapi menjadi biogas dan pupuk kompos, sebagai pupuk tanaman padi dan pengolahan jerami fermentasi sebagai pakan ternak sapi.

Mengimplementasikan PKM ini, sudah dilaksanakan beberapa kegiatan meliputi, usaha tani Sistem Pertanian Terpadu Tanaman Padi – Sapi, kemudian penerapan Zero Waste Farming melalui pengolahan feses sapi menjadi biogas dan pupuk organik sebagai substitusi pupuk an-organik pada tanaman padi.

Seterusnya, introduksi dan melakukan pengolahan pakan berupa jerami fermentasi sehingga terjadi peningkatan kualitas jerami sebagai pakan ternak, dan terakhir pembimbingan dan penyuluhan manajemen organisasi dan finansial serta penerapan aplikasi komputer analisa usaha tani dan kelayakannya.

“Pelaksanaan PKM di Nagari Taram ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat yang maksimal dan bisa meningkatkan pendapatan petani, sehingga permasalahan petani, atau kelompok tani dapat teratasi,” tutup Siska. (Rel)