Tuan Rumah MTQ Nasional XXVIII sebagai “Pelepas Dahaga”

PADANG, forumsumbar —Menyelenggarakan iven nasional dengan menghadirkan ratusan hingga ribuan peserta pastilah membawa berbagai efek bagi penyelenggara, baik positif maupun negatif. Apalagi kegiatan diadakan di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda saat ini.

Efek negatif berupa kemungkinan penyebaran virus yang lebih masif karena banyaknya orang datang dan berkumpul. Hal ini telah diantisipasi panitia dengan membatasi kerumunan dan pengelompokan di waktu iven berlangsung. Sedangkan efek positif tentunya perekonomian daerah penyelenggara meningkat, karena daya beli naik sehingga perputaran uang berjalan cepat.

Hal demikian juga terbukti pada gelaran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-XXVIII tahun 2020 di Sumatera Barat.

Dalam sambutannya pada malam pembukaan, Gubernur Irwan Prayitno telah berpesan kepada seluruh kontingen dari luar daerah untuk menikmati keelokan Minangkabau.

“Kunjungi destinasi wisata Sumbar, nikmati kulinernya dan habiskan uang disini. Jangan lupa bawa oleh-oleh bagi keluarga di daerah masing-masing,” sebut gubernur kala itu.

Bak gayung bersambut, permintaan gubernur tersebut langsung direspon sebagian besar kafilah yang hadir di Kota Padang. Jika sebelumnya hotel dan transportasi mendapat berkah selama iven berlangsung. Mendekati akhir acara, pusat penjualan souvenir khas Minang yang tersebar di berbagai lokasi turut diserbu peserta. Bahkan pedagang kaki lima yang buka lapak di depan venue juga didatangi pengunjung untuk berbelanja cenderamata.

 

Ibe (37 thn), salah seorang pedagang kaki lima yang ditemui, Rabu (18/11), mengungkapkan, hampir 10 bulan terakhir penjualan seret akibat imbas merosotnya kunjungan wisatawan karena adanya pembatasan sosial. Momen MTQN ini diakuinya ibarat pelepas dahaga setelah sekian lama berpuasa.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQN benar-benar menolong. Pengunjung kembali banyak yang datang. Omset penjualan pun bertambah. Sekarang lumayan ada yang dibawa pulang ke rumah. Terima kasih pada pemerintah yang telah mengadakan MTQ di sini,” tuturnya sumringah.

Dia mengakui pedagang lain, khususnya yang berjualan cenderamata spesifik Minang juga mengalami hal serupa. Karenanya, waktu 3 hari terakhir ini bakal dimanfaatkan mengais rezeki tambahan.

“Kegiatan seperti MTQ jarang sekali terjadi. Untuk itu, momen langka seperti ini harus benar-benar dimanfaatkan. Mudah-mudahan sebelum penutupan, masih banyak khafilah yang datang belanja ke sini,” harapnya.

Selain menggerakkan sektor ekonomi kecil masyarakat, sebagai tuan rumah, Sumbar diyakini juga menuai berkah lainnya. Lewat kegiatan ini, potensi wisata dapat dipromosikan secara besar-besaran sehingga lebih mengenalkan daerah ke dunia luar.

Pemerintah daerah dapat menghidupkan kembali homestay, warung kuliner serta usaha kreatif wisata lainnya. Semoga penyelenggaraan MTQN 2020 dapat membawa berkah yang baik bagi Sumatera Barat.

(Rel/KominfoSB)