Kombes Pol Satake Bayu: Mitra Humas Polri, Wartawan Ujung Tombak Informasi

PADANG, forumsumbar —Wartawan merupakan mitra dari kepolisian dan merupakan ujung tombak informasi, sehingga layak untuk mendapat perhatian dalam melakukan aktivitas profesinya.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto ketika memfasilitasi Rapid tes puluhan wartawan yang tergabung di Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Sumbar, Jumat (30/10), di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Dikatakan Bayu bahwa profesi wartawan itu sangat rentan dengan pandemi, karena berhubungan dengan banyak orang serta banyak kegiatan, sehingga perlu kewaspadaan dalam menjalankan tugas dan fungsi jurnalis.

Sebagai mitra langsung Humas Polri, wartawan merupakan corong kepolisian dalam menyampaikan informasi, berkaitan dengan kewaspadaan masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19, juga kewaspadaan dalam mengantisipasi kejahatan lainnya.

“Wartawan mitra langsung kita di Humas Polri, khususnya Polda Sumbar, untuk itu kami memandang perlu selalu bergandengan tangan dalam menjalin kemitraan, khususnya dalam menyiarkan kewaspadaan Covid-19, dan kewaspadaan lainnya, untuk kepentingan masyarakat,” ulas Bayu.

Ditambahkannya, tanpa bantuan media melalui wartawannya, masyarakat akan sulit menerima informasi yang benar, karena media memang menyampaikan informasi secara objektif dan bisa dipertanggungjawabkan, tidak sama dengan informasi di media sosial.

“Media massa menyampaikan informasi itu dengan aturan, sehingga objektif dan selektif serta bisa dipertanggung jawabkan, tidak sama dengan media sosial yang informasinya belum tentu dapat dipertanggung jawabkan,” tambah Bayu lagi.

Pernyataan Bayu dipertegas Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi, dimana wartawan merupakan corong keterbukaan Informasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui mana hak mereka untuk tahu, dan mana informasi dikecualikan.

“Apa yang dikatakan Kombes Bayu benar, wartawan merupakan corong keterbukaan, mitra yang perlu dijaga, sehingga bisa memberi informasi akurat pada masyarakat,” tegas Adrian.

Lebih lanjut dikatakannya, tanpa adanya berita yang baik dan benar, maka informasi akan simpang siur, mengakibatkan masyarakat panik, akhirnya menimbulkan kekacauan dimana-mana.

“Agar wartawan tetap dapat melakukan aktivitasnya dalam memberikan informasi, maka perlu difasilitasi dalam mendapatkan informasi dan dalam memeriksa kesehatannya,” tambah Adrian lagi.

Saat ini KI Sumbar sedang menyiapkan beberapa program penyegaran untuk wartawan, sehingga dalam melakukan aktivitas bisa tetap fresh.

(Rel/FJKIP)