• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Agustus 28, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Leonardy: Penyelesaian Konflik Kehutanan dan Lahan Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

7 Oktober 2020
in Berita
Reading Time: 3min read
Views: 3,269

PADANG, forumsumbar — Penyelesaian konflik kehutanan dan lahan serta percepatan Reforma Agraria merupakan program prioritas pemerintah yang harus kita dukung. Akan tetapi, hal ini khususnya di daerah tidak berjalan dengan baik seperti yang diharapkan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) Komite I DPD RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Selasa (6/10), yang dilaksanakan secara virtual.

Anggota Komite I DPD RI asal Sumatera Barat, H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH menyebutkan lebih dari 20% dari kawasan hutan dipengaruhi sebagian besar oleh sengketa izin untuk pertambangan, hutan tanaman industri atau perkebunan kelapa sawit.

Lihat Juga

Perkuat Sinergitas dan Koordinasi, Kepala KAI Divre II Sumbar Audiensi dengan Kodaeral II Padang

Perkuat Sinergitas dan Koordinasi, Kepala KAI Divre II Sumbar Audiensi dengan Kodaeral II Padang

28 Agustus 2026
17
Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Inklusif dan Ramah Muslim di Stasiun Padang, Dukung Pariwisata Sumbar

Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Inklusif dan Ramah Muslim di Stasiun Padang, Dukung Pariwisata Sumbar

27 Agustus 2026
23
Hotspot Nihil, Kabut Asap di Dharmasraya Diduga Berasal dari Luar Daerah

Hotspot Nihil, Kabut Asap di Dharmasraya Diduga Berasal dari Luar Daerah

27 Agustus 2026
15

Selain itu, banyak faktor lainnya yang saling berkaitan dan turut berkontribusi dalam konflik ini. Di antaranya ketidakpastian hukum yang disebabkan oleh yurisdiksi bertentangan atau tumpang tindih; lemahnya penegakan hukum; perizinan yang tidak terkoordinasi (dan sering ilegal) dan prosedur perizinan; korupsi yang merajalela; dan meningkatnya permintaan global untuk lahan, makanan, energi terbarukan, infrastruktur, dan konservasi.

“Pihak yang paling terdampak akibat konflik di kawasan hutan adalah masyarakat yang berada di kawasan hutan atau yang berbatasan dengan kawasan hutan. Masyarakat yang berladang di tanah ulayat atau tanah adat mereka seringkali dianggap mengganggu lahan konservasi,” ujar Leonardy.

Leonardy mencontohkan, masyarakat ingin menggarap lahan ulayat mereka yang berada di perbukitan di dekat jorong atau nagarinya, ternyata diadukan dengan tuduhan telah merusak hutan lindung. Jangankan berladang, menebang satu pohon saja pun diadukan merusak hutan konsevasi.

Dijelaskannya, pada September 2017, dua lelaki dari Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terpaksa mendekam di balik jeruji gara-gara menebang pohon di tanah yang mereka klaim ulayat sendiri. Mereka ditangkap tim gabungan Badan Konsevarsi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Polisi Kehutanan pada 27 September 2017. Oleh kedua institusi itu, tanah tempat bertumbuhnya pohon yang ditebang mereka diklaim sebagai Kawasan Cagar Alam.

Kendala lainnya, dalam pengaturan dan tata ruang daerah, pemerintah daerah mengalami kesulitan dalam perubahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang sesuai dengan perkembangan terkini di daerah mereka. Paling sedikit dibutuhkan waktu 3,5 tahun dan itu pun baru sampai harmonisasi peraturan di tingkat kementerian.

Menyikapi ini, Komite I berpandangan bahwa hutan dan kekayaannya merupakan bagian dari kekayaan nasional yang wajib dikelola dan dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat di daerah dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan.

Namun dalam praktiknya pengelolaan hutan dan kekayaannya telah menimbulkan berbagai persoalan yang salah satunya adalah konflik kehutanan. Oleh karena itu pengelolaan hutan yang adil, berkepastian dan berkelanjutan serta berpihak kepada kepentingan masyarakat daerah sangat dibutuhkan.

Lebih lanjut Leonardy menyebutkan dengan adanya program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, diharapkan berbagai konflik yang terjadi di kawasan hutan dapat diselesaikan dengan baik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat khususnya masyarakat di kawasan hutan (termasuk masyarakat adat).

Oleh karena itu, sebagai bentuk komitmen Komite I yang merupakan “orang daerah” telah sepakat untuk membentuk Tim Kerja bersama Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) RI.

“Tim Kerja ini nantinya menjadi wadah alternatif bagi penyelesaian berbagai konflik kehutanan di kawasan hutan dan sekaligus mendorong percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial di daerah,” tegasnya.

Pada Raker Komite I DPD RI bersama dengan Menteri LHK RI tersebut dipimpin oleh Ketua Komite I Fachrul Razi, didampingi oleh Wakil Ketua Komite I Abdul Khalik dan Fernando Sinaga. Hadir juga anggota Komite I DPD RI antara lain Agustin Teras Narang, Instianawaty Ayus, Filep Wamafma, Amang Syafrudin, Maria Goreti, Abdurahman Thoha, GKR Hemas, Richard Hamonangan, Hudarni Rani, Badikenita Sitepu, Dewa Putu Ardika, Almalik Papabari, Husain Alting, dan Abdurrahman Thoha.

Sementara dari KLHK dihadiri oleh Menteri Siti Nurbaya Bakar, didampingi Sekjen KLHK, Inspektorat Jenderal, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Drijen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Dirjen Hutan Produksi Lestari, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Drijen Pengendalian Perubahan Iklim, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan sejumlah Staf Ahli beserta jajarannya.

Adapun Raker diakhiri dengan kesimpulan; pertama, Komite I DPD RI mengapresiasi capaian kinerja KLHK RI dalam pelaksanaan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

Kedua, Komite I DPD RI sepakat dengan KLHK RI untuk bersinergi dalam bentuk Tim Kerja bersama dalam rangka percepatan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial serta penyelesaian konflik lahan/pertanahan yang berada di kawasan hutan di daerah-daerah.

Kemudian ketiga, Komite I DPD RI mendorong dan memperkuat KLHK RI untuk meningkatkan sinergitas dan koordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah dalam rangka mendukung percepatan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial serta penyelesaian konflik lahan/pertanahan yang berada di kawasan hutan.

Terakhir ke-empat, Komite I DPD RI sepakat dengan KLHK RI untuk mendorong pemerintah daerah mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka penyelesaian permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan di daerah.

(Rel/Zul)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kisruh dengan Nelayan, DPD RI Sarankan PT Timah Menahan Diri

Next Post

Sosialisasikan Perda AKB di Sijunjung, Pempov Sumbar Bagikan Ribuan Masker

BeritaTerkait

Perkuat Sinergitas dan Koordinasi, Kepala KAI Divre II Sumbar Audiensi dengan Kodaeral II Padang
Berita

Perkuat Sinergitas dan Koordinasi, Kepala KAI Divre II Sumbar Audiensi dengan Kodaeral II Padang

28 Agustus 2026
17
Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Inklusif dan Ramah Muslim di Stasiun Padang, Dukung Pariwisata Sumbar
Berita

Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Inklusif dan Ramah Muslim di Stasiun Padang, Dukung Pariwisata Sumbar

27 Agustus 2026
23
Hotspot Nihil, Kabut Asap di Dharmasraya Diduga Berasal dari Luar Daerah
Berita

Hotspot Nihil, Kabut Asap di Dharmasraya Diduga Berasal dari Luar Daerah

27 Agustus 2026
15
4 Pelajar Agam yang Jadi Paskibraka Nasional dan Provinsi, Pulang Disambut Khusus
Berita

4 Pelajar Agam yang Jadi Paskibraka Nasional dan Provinsi, Pulang Disambut Khusus

27 Agustus 2026
24
Walikota Pariaman Yota Balad Jadi Pembicara Seminar APWI Indonesia – Malaysia
Berita

Walikota Pariaman Yota Balad Jadi Pembicara Seminar APWI Indonesia – Malaysia

27 Agustus 2026
20
73 Wali Nagari Dilantik, Bupati JKA: Tonggak Baru Percepatan Pembangunan Nagari di Padang Pariaman
Berita

73 Wali Nagari Dilantik, Bupati JKA: Tonggak Baru Percepatan Pembangunan Nagari di Padang Pariaman

27 Agustus 2026
53
Next Post
Sosialisasikan Perda AKB di Sijunjung, Pempov Sumbar Bagikan Ribuan Masker

Sosialisasikan Perda AKB di Sijunjung, Pempov Sumbar Bagikan Ribuan Masker

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,881)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,803)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,088)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,775)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,241)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,698)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,606)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,181)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,471)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,555)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
196
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
395
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
512
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
256
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
132
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
142
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In